Tarot versi Gilded
maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.
Rider-Waite Tarot
The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards
A Night Watch
Rembrandt van Rijn
Seni Meracik minuman keras
Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail
Di Lorong Ku Menatap
Yang ini jelas foto profil saya to
Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts
Tuesday, June 19, 2018
Tuhan Bingung?
Tuhan bingung?
Tim sana berdoa khusyuk, sekian puluh orang,
ditambah sekian juta warga negaranya.
Tim satunya lagi berdzikir,
sekian puluh orang juga ditambah sekian juta pendukungnya.
Semuanya ingin menang,
semuanya ingin jadi juara.
Tuhan ada banyak.
Para Tuhan ini saling bersaing,
berkelahi, beradu kekuatan,
demi mengabulkan doa-doa penganutnya yang sangat bersungguh-sungguh.
Maka tim yang menang adalah yang Tuhannya paling kuat,
yang agamanya paling benar.
Yang kalah berarti Tuhan dan agama lainnya palsu.
Oke,
mari kita memeluk agama yang benar yang Tuhannya kuat dan bisa mengalahkan Tuhan lain.
Tuhan hanya ada satu.
Tuhan yang Maha Eka ini akan melihat dan menimbang,
umat mana yang layak dikabulkan doanya.
Lalu ini akhirnya menjadi adu doa, adu cari muka ke Tuhan.
Yang lebih ekstrim lagi, HANYA AGAMA YANG PALING BENAR saja yang doanya dikabulkan.
Agama palsu lainnya, tidak akan dikabulkan.
Oke,
mari kita memeluk agama yang umatnya menang piala dunia,
menang pilkada/pilpres,
menang kompetisi, dan yang paling sukses,
karena keberhasilan mereka disebabkan memeluk AGAMA BENAR,
agama lainnya palsu dan kitab sucinya DIUBAH.
Tuhan tidak ada.
Tidak ada itu Tuhan, tidak perlu itu doa.
Semuanya bekerja berdasarkan hukum alam.
Ada sebab akibat.
Ada hukum tabur tuai.
Sangat adil.
Tim yang berlatih paling keras dengan pelatih yang hebat, maka tim tersebut yang akan menang.
Oke,
mari kita buang agama di tong sampah,
karena sama sekali tidak berguna,
fiksi, mitos,
dan pembodohan.
Tuhan hanya penonton.
Tim A menggolkan bola, Tuhan tepuk tangan.
Tim B membalas gol pun, Tuhan tepuk tangan.
Seberapa khusyuk doamu,
Tuhan hanya mendengar dan menonton.
Tuhan tidak ikut campur tangan dalam kehidupan.
Manusia punya kehendak bebas,
manusia bebas memilih dan melakukan apa pun dengan segala konsekuensinya sesuai dengan hukum alam.
Tuhan hanya menyediakan dan menyelenggarakan.
Oke,
mari lakukan hal yang terbaik,
bekerja baik,
hidup baik,
tidak menyakiti orang lain dan diri sendiri,
karena Tuhanmu hanya melihat proses lalu mengapresiasi hasil
tanpa bertanya apa TIM mu, apa agamamu,
apa yang aku sembah.
Orang yang katanya bijak berkata,
hidup itu cuma sebentar, yang penting adalah akhirat.
Oke,
silakan berangkat ke surga lebih dulu dan sesegera mungkin.
**
Seorang ibu-ibu tetangga saya pompa airnya mati, lalu meminta air ke rumah saya.
Bebas, Bu. Silakan ambil air secukupnya, tidak usah sungkan, kata saya ke Ibu tersebut.
"Aduuuh...terima kasih, Mas. Semoga semua kebaikannya dibalas, mendapat pahala dan surga dari Allah." kata Ibu tersebut.
Ibu yang baik, saya memberikan air untukmu hanya karena saya mau, agar Ibu bisa mandi dan memasak untuk keluarga.
Hanya itu.
Saya tidak mencari pahala.
Saya tidak butuh surga.
Saya tidak mengharap balasan.
Kalau pun Tuhan ada, biarkan Beliau menonton saja.
Surga dan neraka BUKAN URUSAN saya.
Saya hanya berusaha berlaku sebaik mungkin,
agar damai bersama saya dan orang di sekitar dalam hidup.
Sisanya, itu urusan Tuhan atau alam semesta yang memberlakukan hukumnya.
Salam anget
Monday, May 14, 2018
Islam itu Adalah Teroris?
"TERORIS BUKAN ISLAM"
Kalimat ini mengandung pro dan kontra.
Bahwa yang dilakukan para teroris itu tidak sesuai dengan ajaran Islam mainstream, itu benar.
Maka munculah penyangkalan dengan kalimat tersebut.
Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tindakan teror tersebut dilakukan berdasarkan keyakinan Islam BENAR menurut mereka dan yang paling BENAR meskipun tidak sesuai dengan kaidah Islam mayor.
Tidak ada manusia yang rela mati demi politik.
Mana ada orang yang mau mati demi Si FZ misalnya,
kecuali memang ada kelainan jiwa.
Karena itu dipakailah dalil agama.
Dipakailah topeng lain untuk menggerakkan teroris-teroris itu.
Satu-satunya yg mampu memotivasi dan membuat mereka bertindak sampai mati adalah cerita surga neraka.
Sejak bom Bali 1 dan 2, terjadi pola tanggapan terhadap tindakan kejahatan terorisme dan perlakunya.
Saat Pengacara Amrozi Cs membentuk "Tim Pengacara Muslim" untuk membela pelaku kejahatan terorisme Bom Bali 1,
apakah ada umat Islam yang melakukan protes secara personal atau kelembagaan?
Apakah ormas MUI, NU, Muhamadiyah protes terhadap pencatutan kata "muslim" dan "islam"?
Oleh merekalah para Teroris diberikan label Muslim.
Lalu yang terdampak serangan terorisme juga akhirnya melakukan kontra terorisme dengan ikut menyertakan Islam dan Muslim dalam pembahasan.
Kenapa Tim Pengacara Teroris itu membentuk TPM?
Kenapa maling ayam, koruptor, rampok, begal, dll yang pelakunya oknum Muslim tidak dibela oleh TPM secara hukum?
Kenapa hanya khusus tersangka terorisme?
Maka pertanyaannya adalah,
Siapa yang memberikan label keagamaan kepada para Teroris?
Setelah sebelumnya tidak diakui sebagai umat, tidak dinyatakan beragama, tidak dinyatakan beriman?
Skenario politik pasti terlibat,
kepentingan pasti bermain.
Sangat mengenaskan bahwa selama ini Islam dieksploitasi sedemikian rupa, secara sadar.
Masih ada umat Muslim bahkan rela terlibat sebagai pendukung
pelaku kejahatan terorisme.
Entah sebagai pendukung langsung, pendukung di media sosial, nyinyir menganggap kejadian teror hanya pengalihan isu,
penunggang kejadian teror dengan memasukan agenda politiknya,
sebagai bagian skenario politik mengeksploitasi Islam itu sendiri.
Pelaku tindakan teror, tentu saja hanya pion.
Mereka adalah orang yang teracuni dengan dongeng dan dogma.
Duka saya juga untuk para pelaku.
Mereka pun korban dari para PELACUR POLITIK berkedok pemuka agama.
Sedih sekali melihat para pelacur politik itu masih diberi panggung untuk berbicara off air, stasiun tv atau di media.
Empati saya yang mendalam untuk semua korban teror di Depok, Surabaya dan dimana pun juga.
Semoga RUU anti terorisme segera disahkan.
Semoga tni-polri membarantas semua jaringannya.
Semoga semua mahluk berbahagia...
Salam anget
Kalimat ini mengandung pro dan kontra.
Bahwa yang dilakukan para teroris itu tidak sesuai dengan ajaran Islam mainstream, itu benar.
Maka munculah penyangkalan dengan kalimat tersebut.
Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tindakan teror tersebut dilakukan berdasarkan keyakinan Islam BENAR menurut mereka dan yang paling BENAR meskipun tidak sesuai dengan kaidah Islam mayor.
Tidak ada manusia yang rela mati demi politik.
Mana ada orang yang mau mati demi Si FZ misalnya,
kecuali memang ada kelainan jiwa.
Karena itu dipakailah dalil agama.
Dipakailah topeng lain untuk menggerakkan teroris-teroris itu.
Satu-satunya yg mampu memotivasi dan membuat mereka bertindak sampai mati adalah cerita surga neraka.
Sejak bom Bali 1 dan 2, terjadi pola tanggapan terhadap tindakan kejahatan terorisme dan perlakunya.
Saat Pengacara Amrozi Cs membentuk "Tim Pengacara Muslim" untuk membela pelaku kejahatan terorisme Bom Bali 1,
apakah ada umat Islam yang melakukan protes secara personal atau kelembagaan?
Apakah ormas MUI, NU, Muhamadiyah protes terhadap pencatutan kata "muslim" dan "islam"?
Oleh merekalah para Teroris diberikan label Muslim.
Lalu yang terdampak serangan terorisme juga akhirnya melakukan kontra terorisme dengan ikut menyertakan Islam dan Muslim dalam pembahasan.
Kenapa Tim Pengacara Teroris itu membentuk TPM?
Kenapa maling ayam, koruptor, rampok, begal, dll yang pelakunya oknum Muslim tidak dibela oleh TPM secara hukum?
Kenapa hanya khusus tersangka terorisme?
Maka pertanyaannya adalah,
Siapa yang memberikan label keagamaan kepada para Teroris?
Setelah sebelumnya tidak diakui sebagai umat, tidak dinyatakan beragama, tidak dinyatakan beriman?
Skenario politik pasti terlibat,
kepentingan pasti bermain.
Sangat mengenaskan bahwa selama ini Islam dieksploitasi sedemikian rupa, secara sadar.
Masih ada umat Muslim bahkan rela terlibat sebagai pendukung
pelaku kejahatan terorisme.
Entah sebagai pendukung langsung, pendukung di media sosial, nyinyir menganggap kejadian teror hanya pengalihan isu,
penunggang kejadian teror dengan memasukan agenda politiknya,
sebagai bagian skenario politik mengeksploitasi Islam itu sendiri.
Pelaku tindakan teror, tentu saja hanya pion.
Mereka adalah orang yang teracuni dengan dongeng dan dogma.
Duka saya juga untuk para pelaku.
Mereka pun korban dari para PELACUR POLITIK berkedok pemuka agama.
Sedih sekali melihat para pelacur politik itu masih diberi panggung untuk berbicara off air, stasiun tv atau di media.
Empati saya yang mendalam untuk semua korban teror di Depok, Surabaya dan dimana pun juga.
Semoga RUU anti terorisme segera disahkan.
Semoga tni-polri membarantas semua jaringannya.
Semoga semua mahluk berbahagia...
Salam anget
Monday, May 7, 2018
Masturbasi Rohani
Saya yakin semua kepercayaan selalu mengajarkan agar pemeluknya untuk beribadah,
entah kepada tuhannya atau untuk meraih kesempurnaan diri.
Mengapa demikian?
Karena ada iming-iming hadiah,
yaitu surga.
Dan saya yakin pula, semua manusia yang hidup,
belum ada yang pernah mendapatkannya.
Jadi, ada atau tidaknya surga,
hanya didasarkan pada dogma ajarannya yang dipercayai, lalu kemudian diimani.
Rupa surga sesungguhnya, bila ada,
baru akan dirasakan bila manusia mati.
Manusia berlomba-lomba mendapatkan
surga yang dipercayainya,
dengan rajin berdoa,
beribadah,
puasa, berzikir, dll.
Pokoknya tujuannya satu, kalau mati masuk surga dan sempurna.
Yang sering dilupakan, bahwa sebelum mati, manusia itu harus hidup dulu,
menjalani waktu dengan tubuh yang disandangnya.
Lalu ada doktrin, hidup itu cuma sementara,
yang paling penting adalah "hidup yang nanti",
yang berbahagia setelah mati,
yang belum ada buktinya,
yang hanya didasarkan pada imannya.
Masturbasi rohani,
kegiatan yang hanya memuaskan syahwat rohaninya,
untuk kepentingan diri sendiri agar bisa orgasme dengan masuk surga,
tanpa perlu memikirkan orang lain.
Ini yang nyata dan sering Anda temui.
Bangun pagi-pagi buta, agar bisa beribadah dan menambah pahala,
tapi malah menyebarkan fitnah dan hoax.
Hari minggu datang ke tempat ibadah, katanya mau ketemu Tuhan,
tapi pulangnya memaki orang hanya karena rebutan keluar dari tempat parkir.
Berulang-ulang beribadah dalam sehari,
agar makin dekat dengan Tuhan,
tapi dalam hati masih menyimpan kebencian.
Mengharapkan sesuatu di masa depan itu baik,
tapi akan lebih baik bila dijalani dengan masa sekarang yang baik pula.
Mengharapkan masuk surga itu baik,
tapi akan lebih baik pula bila Anda juga merasakan surga di masa sekarang pula.
Hidup damai, saling menghargai,
itulah surga Anda di masa sekarang.
Dan itu sederhana sekali,
perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan,
tidak merugikan orang lain dan diri sendiri.
Agama yang sebenarnya adalah pembawa damai.
Oleh karenanya bila hidup Anda tidak damai,
penuh kebencian, nyinyir, menyebarkan fitnah dan mudah percaya hoax,
artinya Anda salah beragama,
Anda sedang Masturbasi Rohani.
Salam anget
entah kepada tuhannya atau untuk meraih kesempurnaan diri.
Mengapa demikian?
Karena ada iming-iming hadiah,
yaitu surga.
Dan saya yakin pula, semua manusia yang hidup,
belum ada yang pernah mendapatkannya.
Jadi, ada atau tidaknya surga,
hanya didasarkan pada dogma ajarannya yang dipercayai, lalu kemudian diimani.
Rupa surga sesungguhnya, bila ada,
baru akan dirasakan bila manusia mati.
Manusia berlomba-lomba mendapatkan
surga yang dipercayainya,
dengan rajin berdoa,
beribadah,
puasa, berzikir, dll.
Pokoknya tujuannya satu, kalau mati masuk surga dan sempurna.
Yang sering dilupakan, bahwa sebelum mati, manusia itu harus hidup dulu,
menjalani waktu dengan tubuh yang disandangnya.
Lalu ada doktrin, hidup itu cuma sementara,
yang paling penting adalah "hidup yang nanti",
yang berbahagia setelah mati,
yang belum ada buktinya,
yang hanya didasarkan pada imannya.
Masturbasi rohani,
kegiatan yang hanya memuaskan syahwat rohaninya,
untuk kepentingan diri sendiri agar bisa orgasme dengan masuk surga,
tanpa perlu memikirkan orang lain.
Ini yang nyata dan sering Anda temui.
Bangun pagi-pagi buta, agar bisa beribadah dan menambah pahala,
tapi malah menyebarkan fitnah dan hoax.
Hari minggu datang ke tempat ibadah, katanya mau ketemu Tuhan,
tapi pulangnya memaki orang hanya karena rebutan keluar dari tempat parkir.
Berulang-ulang beribadah dalam sehari,
agar makin dekat dengan Tuhan,
tapi dalam hati masih menyimpan kebencian.
Mengharapkan sesuatu di masa depan itu baik,
tapi akan lebih baik bila dijalani dengan masa sekarang yang baik pula.
Mengharapkan masuk surga itu baik,
tapi akan lebih baik pula bila Anda juga merasakan surga di masa sekarang pula.
Hidup damai, saling menghargai,
itulah surga Anda di masa sekarang.
Dan itu sederhana sekali,
perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan,
tidak merugikan orang lain dan diri sendiri.
Agama yang sebenarnya adalah pembawa damai.
Oleh karenanya bila hidup Anda tidak damai,
penuh kebencian, nyinyir, menyebarkan fitnah dan mudah percaya hoax,
artinya Anda salah beragama,
Anda sedang Masturbasi Rohani.
Salam anget
Tuesday, December 26, 2017
Haramkah Mengucapkan Selamat Natal?
Dalam beberapa tahun ini,
Disintegrasi terjadi bukan karena perbedaan.
Perpecahan diawali dan akhirnya menghancurkan karena ujaran-ujaran peyoratif yang dipolitisir dan terus diulang-ulang.
Pincang, negro, cina lu, dasar miskin, orang tolol, kafir, jangan gaul sama orang jawa, komunis kau, dasar jelek, pesek lu, hitam kau....!!
**
Ucapkan hari raya agama lain bila Anda pikir itu boleh dan layak.
Dan tidak usah ucapkan bila itu tidak sesuai dengan akidahmu tanpa perlu gembar gembor agar kelakuan Anda dimengerti orang beragama lain.
Salam anget
semenjak reformasi yang menurut saya kebablasan,
setiap desember selalu berulang masalah yang sama,
pro kontra ucapan selamat natal.
Ini sebenarnya membosankan dan menyebalkan.
Saya biasanya masa bodoh, tapi kali ini saya akan membahasnya.
Semua orang yang beragama katolik dan protestan yang saya kenal,
100 % tidak ada yang peduli apakah orang yang beragama berbeda mau mengucapkan natal atau tidak.
Tidak penting, tidak masalah.
Kalau diucapkan, ya terima kasih.
Kalau tidak mengucapkan pun yo rapopo.
Lalu kenapa jadi masalah?
Masalah muncul karena ada oknum minoritas yang beragama Islam menggemborkan dan membesarkan ini.
"Maaf, saya tidak bisa mengucapkan selamat natal karena tidak sesuai dengan akidah agama saya."
"Maaf, haram bagi saya untuk mengucapkan selamat natal, tapi saya tetap menghargai agama lain."
Menurut Anda kalimat-kalimat tersebut enak didengar?
"Maaf, saya tidak bisa mengucapkan selamat lebaran karena saya tidak percaya sama nabimu."
Hanya orang tulul yang berkata bahwa kalimat tersebut baik.
Sama halnya dengan kalimat lugas macam ini,
"Maaf, saya tidak bisa mengucapkan hari raya agamamu karena agamamu palsu dan agama saya yang pasti masuk surga."
Bandingkan bila suatu ketika teman anak Anda ngomong macam ini,
"Maaf ya bukan gw ga mau bergaul sama lu,
papi gw pesen bahwa orang kaya ga bisa gaul sama orang miskin. Tapi gw tetap menghormatimu sebagai teman kok."
Orang yang pincang, tahu bahwa kakinya berbeda, dan itu terlihat.
Orang yang terlahir sebagai orang afrika, tahu bahwa dirinya hitam.
Anak yang berangking buncit di kelas,
tahu bahwa dia tidak sepandai teman-teman di kelas.
Tidak ada masalah dengan perbedaan.
Dia tahu dirinya berbeda, orang lain pun tahu bahwa mereka berbeda.
Sekali lagi tidak ada yang salah dengan itu.
Tapi....
Semua akan menjadi masalah ketika hal berbeda tersebut dipakai sebagai ujaran bermakna peyoratif.
Saya tahu bahwa saya tidak pintar,
tapi akan tidak enak bila orang memanggil saya "bodoh".
Anda punya kaki pincang, senang kalau setiap kali orang panggil Anda pincang?
Tanyalah ke orang negro, nyamankah mereka dipanggil "niger"?
Iya...saya tahu tidak bisa masuk ke sebuah klub elite karena saya miskin, semua orang tahu itu,
dan jadi tidak nyaman ketika mereka, orang-orang kaya itu, meskipun dengan cara manis dan sopan,
selalu mengulang-ulang kalimat yang sama,
"Maaf ya, kami ga berniat menghina, tapi kamu ga bisa masuk klub kami karena kamu miskin.
Maaf ya..."
Orang yang terlahir sebagai orang afrika, tahu bahwa dirinya hitam.
Anak yang berangking buncit di kelas,
tahu bahwa dia tidak sepandai teman-teman di kelas.
Tidak ada masalah dengan perbedaan.
Dia tahu dirinya berbeda, orang lain pun tahu bahwa mereka berbeda.
Sekali lagi tidak ada yang salah dengan itu.
Tapi....
Semua akan menjadi masalah ketika hal berbeda tersebut dipakai sebagai ujaran bermakna peyoratif.
Saya tahu bahwa saya tidak pintar,
tapi akan tidak enak bila orang memanggil saya "bodoh".
Anda punya kaki pincang, senang kalau setiap kali orang panggil Anda pincang?
Tanyalah ke orang negro, nyamankah mereka dipanggil "niger"?
Iya...saya tahu tidak bisa masuk ke sebuah klub elite karena saya miskin, semua orang tahu itu,
dan jadi tidak nyaman ketika mereka, orang-orang kaya itu, meskipun dengan cara manis dan sopan,
selalu mengulang-ulang kalimat yang sama,
"Maaf ya, kami ga berniat menghina, tapi kamu ga bisa masuk klub kami karena kamu miskin.
Maaf ya..."
Orang-orang yang mengucapkan kalimat macam itu sangat perlu belajar humaniora, sopan santun, dan ADAT KETIMURAN YANG ASLI bukan ADAT IMPOR yang diaku sebagai adat timur.
Sialnya oknum-oknum provokator selalu menghembuskan seolah-olah orang Katholik atau Protestan menuntut diucapkan natal sebagai simbol toleransi.
Disintegrasi terjadi bukan karena perbedaan.
Perpecahan diawali dan akhirnya menghancurkan karena ujaran-ujaran peyoratif yang dipolitisir dan terus diulang-ulang.
Pincang, negro, cina lu, dasar miskin, orang tolol, kafir, jangan gaul sama orang jawa, komunis kau, dasar jelek, pesek lu, hitam kau....!!
**
Ucapkan hari raya agama lain bila Anda pikir itu boleh dan layak.
Dan tidak usah ucapkan bila itu tidak sesuai dengan akidahmu tanpa perlu gembar gembor agar kelakuan Anda dimengerti orang beragama lain.
Salam anget
Friday, December 8, 2017
Yerusalem Ibukota Israel
Bayangkan bila yang menyuarakan pengakuan "Yerusalem Ibukota Israel" yakni D Trum, adalah Pimpinan Negara sekaligus Pimpinan Agama.
Kebijakannya kemudian dikuatkan dengan dalil-dalil Kitab Suci.
Lalu misalnya langkah selanjutnya adalah menyatakan SESAT siapapun yang menentang kebijakannya sebab itu artinya sama dengan menentang dalil.
Kemudian misalnya lagi untuk menggalang kekuatan dia menggandeng 'Preman Rasis Berjubah' ala Kuklux Klan sambil menggaungkan agitasi SARA,
"Yang nggak setuju kebijakan Trum boleh di persekusi..!!"
atau
"Kamu kristen yang nggak setuju Trum, kalau meninggal nggak boleh didoain di Gereja."
Dan seterusnya.....
Bayangkan dampaknya,
apakah hidup dan dunia Anda akan semakin damai, sejahtera, dan bahagia, atau sebaliknya?
Saya di sini hanya berbicara soal kemungkinan yg bisa saja terjadi,
bukan kepastian, maka bisa juga tidak terjadi.
Yang saya sorot adalah kemungkinan terburuk - sekedar logika namun juga berpijak pada realita - sebab kalau yang enak-enak dan ideal semua juga siap.
Maka dengan kemungkinan di atas, tak lepas dari sejarah puritanisme agama dan konflik sara, pertanyaan nya adalah:
Masih inginkah Anda hidup dengan mencampur adukan antara politik dan agama dengan dalih Puritanisme Agama dan Rasisme?
- Thomas Pras -
Kebijakannya kemudian dikuatkan dengan dalil-dalil Kitab Suci.
Lalu misalnya langkah selanjutnya adalah menyatakan SESAT siapapun yang menentang kebijakannya sebab itu artinya sama dengan menentang dalil.
Kemudian misalnya lagi untuk menggalang kekuatan dia menggandeng 'Preman Rasis Berjubah' ala Kuklux Klan sambil menggaungkan agitasi SARA,
"Yang nggak setuju kebijakan Trum boleh di persekusi..!!"
atau
"Kamu kristen yang nggak setuju Trum, kalau meninggal nggak boleh didoain di Gereja."
Dan seterusnya.....
Bayangkan dampaknya,
apakah hidup dan dunia Anda akan semakin damai, sejahtera, dan bahagia, atau sebaliknya?
Saya di sini hanya berbicara soal kemungkinan yg bisa saja terjadi,
bukan kepastian, maka bisa juga tidak terjadi.
Yang saya sorot adalah kemungkinan terburuk - sekedar logika namun juga berpijak pada realita - sebab kalau yang enak-enak dan ideal semua juga siap.
Maka dengan kemungkinan di atas, tak lepas dari sejarah puritanisme agama dan konflik sara, pertanyaan nya adalah:
Masih inginkah Anda hidup dengan mencampur adukan antara politik dan agama dengan dalih Puritanisme Agama dan Rasisme?
- Thomas Pras -
Sunday, January 22, 2017
Ciri-ciri Musibah itu Adalah Azab
Ada banyak alasan yang membuat Anda suka atau benci pada orang lain.
Kadang alasan itu malah dicari-cari.
Pokoknya kalau tidak suka ya tidak suka, titik.
Iyalah,
itu hak Anda untuk suka atau tidak.
Yang penting tidak merugikan orang lain.
Yang menjadi buruk adalah inisiatif penghakiman pada orang lain,
kemudian meletakan cocoklogi atas peristiwa yang menimpa orang tersebut.
Suatu ketika tetangga sebelah rumahnya kemalingan.
Bila Anda suka dengannya,
maka Anda bilang itu cobaan dari Tuhan atas umatnya.
Bila Anda benci dengannya,
maka Anda, mungkin, bilang itu azab dari Tuhan atas kesalahan dan dosanya.
Siapa saya, Anda, kita?
Manusia tempatnya semua salah dan kekurangan,
kok berani-beraninya memberikan penghakiman atas peristiwa buruk yang menimpa orang lain.
Saya yakin seyakinnya,
semua peristiwa buruk yang dialami orang lain,
tidak ada hubungannya dengan saya.
Peristiwa buruk tersebut suatu ketika akan saya alami juga,
dalam bentuk sama atau berbeda versi,
dan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Anda.
Apa pun hal buruk atau baik yang terjadi pada saya, kita, biarlah Sang Kuasa yang menentukan dan menghakimi.
Hal buruk tetaplah buruk yang harus menjadi pijakan untuk bangkit lagi.
Hal baik tetaplah baik yang memang sudah waktunya kita dapatkan.
Hidup itu seperti arisan.
Tiap bulan dikocok.
Bisa jadi bulan ini saya yang untung, bulan depan giliran Anda.
Atau bisa jadi Anda sial sekarang, tapi jangan kuatir, giliran saya pasti datang.
Salam anget.
Kadang alasan itu malah dicari-cari.
Pokoknya kalau tidak suka ya tidak suka, titik.
Iyalah,
itu hak Anda untuk suka atau tidak.
Yang penting tidak merugikan orang lain.
Yang menjadi buruk adalah inisiatif penghakiman pada orang lain,
kemudian meletakan cocoklogi atas peristiwa yang menimpa orang tersebut.
Suatu ketika tetangga sebelah rumahnya kemalingan.
Bila Anda suka dengannya,
maka Anda bilang itu cobaan dari Tuhan atas umatnya.
Bila Anda benci dengannya,
maka Anda, mungkin, bilang itu azab dari Tuhan atas kesalahan dan dosanya.
Siapa saya, Anda, kita?
Manusia tempatnya semua salah dan kekurangan,
kok berani-beraninya memberikan penghakiman atas peristiwa buruk yang menimpa orang lain.
Saya yakin seyakinnya,
semua peristiwa buruk yang dialami orang lain,
tidak ada hubungannya dengan saya.
Peristiwa buruk tersebut suatu ketika akan saya alami juga,
dalam bentuk sama atau berbeda versi,
dan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Anda.
Apa pun hal buruk atau baik yang terjadi pada saya, kita, biarlah Sang Kuasa yang menentukan dan menghakimi.
Hal buruk tetaplah buruk yang harus menjadi pijakan untuk bangkit lagi.
Hal baik tetaplah baik yang memang sudah waktunya kita dapatkan.
Hidup itu seperti arisan.
Tiap bulan dikocok.
Bisa jadi bulan ini saya yang untung, bulan depan giliran Anda.
Atau bisa jadi Anda sial sekarang, tapi jangan kuatir, giliran saya pasti datang.
Salam anget.
Friday, December 9, 2016
Stop Playing Victim
Tahun 1996
Saya sangat muda, tapi sekaligus jadi saksi peristiwa yang mengubah idealisme saya sampai sekarang.
Ada acara doa bersama secara katolik di suatu sudut kota Bekasi.
Sekelompok orang yang mengaku Islam, berteriak meminta acara itu bubar.
Sang tuan rumah tidak gentar, dia keluar dengan berani dan menyatakan bahwa acara doanya akan terus berjalan.
Semakin keras massa berteriak, semakin keras pula teriakan tuan rumah itu mempertahankan rumahnya.
"Apa yang kami lakukan ini tidak melanggar hukum. Saya bersikeras tidak akan membubarkan acara. Jadi kalau kalian tidak terima, dan terus memaksa, mari kita lihat, darah saya atau darah kalian yang tertumpah."
Perselisihan itu rupanya memancing perhatian para tetangga. Mayoritas mereka Islam. Melihat kejadian tersebut, para tetangga berinisiatif untuk membela sang tuan rumah dan mengusir kelompok oknum itu.
Ini membuktikan, bahwa tindakan sekelompok orang tersebut sama sekali TIDAK mewakili Islam.
---
Hal serupa dalam skala lebih besar, baru saja terjadi di Bandung.
Beritanya ada dimana-mana.
Sekelompok ormas yang mengaku/merasa Islam menolak KKR dilakukan di Gedung Sabuga Bandung.
Saya tidak menyebut ini dominasi mayoritas atas minoritas.
Saya juga tidak mau menyebut kejadian ini sebagai pengebirian kehidupan beragama.
Apa pun yang dilakukan sekelompok orang tersebut adalah tindakan intoleransi tetapi sama sekali TIDAK mewakili Islam.
Sekali lagi saya tegaskan, TIDAK mewakili Islam.
Mereka hanya mewakili kepentingan mereka sendiri.
Dan kejadian macam ini terus berulang.
Mengapa??
STOP PLAYING VICTIM
Orang selalu menyalahkan polisi,
menyalahkan pemerintah,
padahal itu juga SALAH JEMAAT.
Kenapa polisi diam saja???
Karena umat kristen juga diam saja.
Cara Yesus yang,
"Bila ditampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu."
sudah/sedang tidak relevan diterapkan.
Seharusnya saat itu jemaat melawan,
menunjukan sikap,
lalu mungkin terjadi keos,
saya jamin polisi akan turun membantu dan tidak tinggal diam.
Lawan..!!
Ada waktunya kita juga harus berani berkelahi mempertahankan sesuatu yang Anda percayai dan dianggap benar.!!
Lawan ...!!!
Ada waktunya Anda berusaha untuk membela kepentingan Anda.
Lawan ...!!
Ada waktunya anda "yang merasa Kristen terzalimi" berhenti cengeng yang cuma bisa teriak-teriak dan mengeluh di medsos.
Lawan...!!
Ini bukan berarti Anda mencari permusuhan atau perkelahian, ini adalah soal menentukan sikap bahwa Anda tidak suka ditindas.
Negara ini merdeka bukan cuma hasil diplomasi loby dan doa,
tapi juga hasil perang angkat senjata dan pertumpahan darah.
Salam anget
**
Orang-orang baik tumbang bukan hanya karena banyaknya orang jahat,
tapi karena orang-orang baik lainnya diam dan mendiamkan.
- Anis Baswedan -
Saya sangat muda, tapi sekaligus jadi saksi peristiwa yang mengubah idealisme saya sampai sekarang.
Ada acara doa bersama secara katolik di suatu sudut kota Bekasi.
Sekelompok orang yang mengaku Islam, berteriak meminta acara itu bubar.
Sang tuan rumah tidak gentar, dia keluar dengan berani dan menyatakan bahwa acara doanya akan terus berjalan.
Semakin keras massa berteriak, semakin keras pula teriakan tuan rumah itu mempertahankan rumahnya.
"Apa yang kami lakukan ini tidak melanggar hukum. Saya bersikeras tidak akan membubarkan acara. Jadi kalau kalian tidak terima, dan terus memaksa, mari kita lihat, darah saya atau darah kalian yang tertumpah."
Perselisihan itu rupanya memancing perhatian para tetangga. Mayoritas mereka Islam. Melihat kejadian tersebut, para tetangga berinisiatif untuk membela sang tuan rumah dan mengusir kelompok oknum itu.
Ini membuktikan, bahwa tindakan sekelompok orang tersebut sama sekali TIDAK mewakili Islam.
---
Hal serupa dalam skala lebih besar, baru saja terjadi di Bandung.
Beritanya ada dimana-mana.
Sekelompok ormas yang mengaku/merasa Islam menolak KKR dilakukan di Gedung Sabuga Bandung.
Saya tidak menyebut ini dominasi mayoritas atas minoritas.
Saya juga tidak mau menyebut kejadian ini sebagai pengebirian kehidupan beragama.
Apa pun yang dilakukan sekelompok orang tersebut adalah tindakan intoleransi tetapi sama sekali TIDAK mewakili Islam.
Sekali lagi saya tegaskan, TIDAK mewakili Islam.
Mereka hanya mewakili kepentingan mereka sendiri.
Dan kejadian macam ini terus berulang.
Mengapa??
STOP PLAYING VICTIM
Orang selalu menyalahkan polisi,
menyalahkan pemerintah,
padahal itu juga SALAH JEMAAT.
Kenapa polisi diam saja???
Karena umat kristen juga diam saja.
Cara Yesus yang,
"Bila ditampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu."
sudah/sedang tidak relevan diterapkan.
Seharusnya saat itu jemaat melawan,
menunjukan sikap,
lalu mungkin terjadi keos,
saya jamin polisi akan turun membantu dan tidak tinggal diam.
Lawan..!!
Ada waktunya kita juga harus berani berkelahi mempertahankan sesuatu yang Anda percayai dan dianggap benar.!!
Lawan ...!!!
Ada waktunya Anda berusaha untuk membela kepentingan Anda.
Lawan ...!!
Ada waktunya anda "yang merasa Kristen terzalimi" berhenti cengeng yang cuma bisa teriak-teriak dan mengeluh di medsos.
Lawan...!!
Ini bukan berarti Anda mencari permusuhan atau perkelahian, ini adalah soal menentukan sikap bahwa Anda tidak suka ditindas.
Negara ini merdeka bukan cuma hasil diplomasi loby dan doa,
tapi juga hasil perang angkat senjata dan pertumpahan darah.
Salam anget
**
Orang-orang baik tumbang bukan hanya karena banyaknya orang jahat,
tapi karena orang-orang baik lainnya diam dan mendiamkan.
- Anis Baswedan -
Wednesday, July 6, 2016
Ramadhan Terakhir
Seorang anak umur 11 tahun terbaring lemah di kasur sederhana pada sebuah rumah kontrakan kecil.
Ibunya duduk disampingnya berusaha menyuapkan makanan.
"Ayo, Nu, makanlah. Kamu harus makan biar sembuh.."
"Ndak, Ma. Ini hari terakhir ramadhan. Nunu mau puasa penuh..."
Ibunya duduk disampingnya berusaha menyuapkan makanan.
"Ayo, Nu, makanlah. Kamu harus makan biar sembuh.."
"Ndak, Ma. Ini hari terakhir ramadhan. Nunu mau puasa penuh..."
**
Badanku terasa lemah, lemah sekali.
Ya Allah, kuatkan aku untuk menyelesaikan puasa ini.
Ijinkan aku untuk mempersembahkan-Mu Ramadhan yang sempurna ya Allah,
agar aku dapat bertemu Engkau dengan kebanggaan....
Ijinkan aku untuk memenangkan puasa ini.
**
Nunu anakku, maafkan Mama yang miskin ini, Nak.
Mama tidak mampu memberikanmu kebahagiaan.
Bahkan untuk membawamu ke rumah sakit pun tak mampu.
Ya Allah sembuhkanlah anakku, kuatkanlah dia...
**
Sore berlalu.
Terdengar sayup-sayup suara adzan maghrib.
**
Ya Allah.....
Selesailah sudah semuanya.
Terima kasih atas ramadhan yang indah ini.
Terima kasih atas puasa penuhku.
Hamba tak kuat lagi ya Allah...
Terimalah hamba ya Allah....
**
"Nak...bangun, Nak.
Sudah maghrib. Ayo buka puasa.
Nunu...
Bangun, Nunu...
Kamu sudah menang. Puasamu penuh, Nu.
Bangun, Nu......"
******
Dari kejauhan, terdengar jeritan dari sebuah rumah.
Suara tangis dan teriakan seorang ibu yang kehilangan anak tunggalnya.
Seorang anak yang selama ini selalu menemaninya tanpa rewel.
Seorang anak yang karenanya dia mampu bertahan hidup dalam kemiskinan tanpa suami....
*********
Dari Allah semuanya berasal,
dan kepanya-Nya segalanya berpulang.
Selamat hari kemenangan.
Selamat lebaran.
Semoga Allah masih mengizinkan kita bertemu ramadhan tahun depan.
Salam anget
Badanku terasa lemah, lemah sekali.
Ya Allah, kuatkan aku untuk menyelesaikan puasa ini.
Ijinkan aku untuk mempersembahkan-Mu Ramadhan yang sempurna ya Allah,
agar aku dapat bertemu Engkau dengan kebanggaan....
Ijinkan aku untuk memenangkan puasa ini.
**
Nunu anakku, maafkan Mama yang miskin ini, Nak.
Mama tidak mampu memberikanmu kebahagiaan.
Bahkan untuk membawamu ke rumah sakit pun tak mampu.
Ya Allah sembuhkanlah anakku, kuatkanlah dia...
**
Sore berlalu.
Terdengar sayup-sayup suara adzan maghrib.
**
Ya Allah.....
Selesailah sudah semuanya.
Terima kasih atas ramadhan yang indah ini.
Terima kasih atas puasa penuhku.
Hamba tak kuat lagi ya Allah...
Terimalah hamba ya Allah....
**
"Nak...bangun, Nak.
Sudah maghrib. Ayo buka puasa.
Nunu...
Bangun, Nunu...
Kamu sudah menang. Puasamu penuh, Nu.
Bangun, Nu......"
******
Dari kejauhan, terdengar jeritan dari sebuah rumah.
Suara tangis dan teriakan seorang ibu yang kehilangan anak tunggalnya.
Seorang anak yang selama ini selalu menemaninya tanpa rewel.
Seorang anak yang karenanya dia mampu bertahan hidup dalam kemiskinan tanpa suami....
*********
Dari Allah semuanya berasal,
dan kepanya-Nya segalanya berpulang.
Selamat hari kemenangan.
Selamat lebaran.
Semoga Allah masih mengizinkan kita bertemu ramadhan tahun depan.
Salam anget
Saturday, March 26, 2016
Pulang
Hari pertama.
Bilur-bilur di sekujur tubuh itu telah mengering
dan meninggalkan bekas luka yang dalam.
Tubuh kuat itu terkulai lemas.
Muka buruknya makin tak elok.
Dalam kesunyian,
sendiri,
dingin,
dan hancur.
Hari kedua.
Bakteri pengurai dikalahkan regenerasi sel.
Semua bilur lenyap.
Hanya tertinggal luka di tangan, kaki dan lambung.
Waktunya akan tiba.
Saatnya segera pulang.
Hari ketiga.
"Bajuku telah siap, tubuhku telah pulih.
Ibu....aku ingin pulang.
Relakan aku, Ibu..."
Dan Yesus mengambil tubuhnya,
memakai jubahnya,
melipat kafannya,
menggulingkan batu makamnya,
mengunjungi orang orang terdekatnya,
lalu pulang.....
Pada-Mu kuminta,
berikanlah aku rejeki pada hari ini,
dan ampunilah kemiskinanku.
(LBP)
Selamat Paska
untuk yg merayakan.
Semoga hidup makin lebih baik.
Semoga beras mampu terbeli.
Semoga bbm tak melambung tinggi.
Semoga lauk pauk tak semahal harganya.
Salam anget
Bilur-bilur di sekujur tubuh itu telah mengering
dan meninggalkan bekas luka yang dalam.
Tubuh kuat itu terkulai lemas.
Muka buruknya makin tak elok.
Dalam kesunyian,
sendiri,
dingin,
dan hancur.
Hari kedua.
Bakteri pengurai dikalahkan regenerasi sel.
Semua bilur lenyap.
Hanya tertinggal luka di tangan, kaki dan lambung.
Waktunya akan tiba.
Saatnya segera pulang.
Hari ketiga.
"Bajuku telah siap, tubuhku telah pulih.
Ibu....aku ingin pulang.
Relakan aku, Ibu..."
Dan Yesus mengambil tubuhnya,
memakai jubahnya,
melipat kafannya,
menggulingkan batu makamnya,
mengunjungi orang orang terdekatnya,
lalu pulang.....
Pada-Mu kuminta,
berikanlah aku rejeki pada hari ini,
dan ampunilah kemiskinanku.
(LBP)
Selamat Paska
untuk yg merayakan.
Semoga hidup makin lebih baik.
Semoga beras mampu terbeli.
Semoga bbm tak melambung tinggi.
Semoga lauk pauk tak semahal harganya.
Salam anget
Friday, February 12, 2016
"Islamic Valentine Day"
JUDUL ini harus dikasih tanda petik di awal dan akhir, karena sesungguhnya itu istilah ngawur dari sudut apapun kecuali dari sisi iktikad baik tentang cinta kemanusiaan.
Islam bukan kostum drama, sinetron atau tayangan-tayangan teve Ramadhan. Islam itu substansi nilai, juga metodologi. Ia bisa memiliki kesamaan atau perjumpaan dengan berbagai macam substansi nilai dan metodologi lain, baik yang berasal dari "agama" lain, dari ilmu-ilmu sosial modern atau khasanah tradisi. Namun sebagai sebuah keseluruhan entitas, Islam hanya sama dengan Islam.
Bahkan Islam tidak sama dengan tafsir Islam. Tidak sama dengan pandangan pemeluknya yang berbagai-bagai tentang Islam. Islam tidak sama dengan Sunni, Syi’i, Muhammadiyah, NU, Hizbut Tahrir dan apapun saja aplikasi atas tafsir terhadap Islam. Islam yang sebenar-benarnya Islam adalah dan hanyalah Islam yang sejatinya dimaksudkan oleh Allah.
Semua pemeluk Islam berjuang dengan pandangan-pandangannya masing-masing mendekati sejatinya Islam. Sehingga tidak ada satu kelompok pun yang legal dan logis untuk mengklaim bahwa Islam yang benar adalah Islamnya kelompok ini atau itu. Kalau ada teman melakukan perjuangan "islamisasi", "dakwah Islam", "syiar Islam", bahkan perintisan pembentukan "Negara Islam Indonesia" – yang sesungguhnya mereka perjuangkan adalah Islamnya mereka masing-masing.
Dan Islamnya si A si B si C tidak bisa diklaim sebagai sama dengan Islamnya Allah sejatinya Islam. Demikianlah memang hakikat penciptaan Allah atas kehidupan. Sehingga Islam bertamu ke rumahmu tidak untuk memaksamu menerimanya. La ikraha fid-din. Tak ada paksaan dalam Agama, juga tak ada paksaan dalam menafsirkannya. Tafsir populer atas Islam bahkan bisa menggejala sampai ke tingkat pelecehan atas Islam itu sendiri.
Islam bisa hanya disobek-sobek, diambil salah satu sobekannya yang menarik bagi seseorang karena enak dan sesuai dengan seleranya. Islam bisa diperlakukan hanya dengan diambil salah satu unsurnya, demi mengamankan psikologi subyektif seseorang sesudah hidupnya ia penuhi dengan pelanggaran-pelanggaran terhadap Islam.
Islam bisa hanya diambil sebagai ikon untuk mengkamuflase kekufuran, kemunafikan, kemalasan pengabdian, korupsi atau keculasan. Islam bisa dipakai untuk menipu diri, diambil satu faktor pragmatisnya saja: yang penting saya sudah tampak tidak kafir, sudah merasa diri bergabung dengan training shalat, sudah kelihatan di mata orang lain bahwa saya bagian dari orang yang mencari sorga, berdzikir, ingat keserakahan diri dan keserakahan itu bisa dihapus dengan beberapa titik air mata di tengah ribuan jamaah yang berpakaian putih-putih bagaikan pasukan Malaikat Jibril.
Sedemikian rupa sehingga kita selenggarakan dan lakukan berbagai formula dunia modern, industri liberal, mode show, pembuatan film, diskusi pengajian, yang penting dikasih kostum Islam. Tentu saja tidak usah kita teruskan sampai tingkat menyelenggarakan tayangan "Gosip Islami", "Lokalisasi Pelacuran Islami", "Peragaan Busana Renang Wanita Muslimah" atau pertandingan volley ball wanita Muslimah berkostum mukena putih-putih. Sampai kemudian dengan tolol dan ahistoris kita resmikan salah satu hari ganjil di tengah sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagai Hari Valentine Islami…
Tapi sesungguhnya saya serius dengan makna Hari Kasih Sayang Islam versi Rasulullah Muhammad SAW. Fathu Makkah, yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai Fathan Mubina, kemenangan yang nyata, terjadi pada Bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah. Pasukan Islam dari Madinah merebut kembali kota Makkah. Diizinkan Allah memperoleh kemenangan besar. Ribuan tawanan musuh diberi amnesti massal…
Rasulullah berpidato kepada ribuan tawanan perang: "…hadza laisa yaumil malhamah, walakinna hadza yaumul marhamah, wa antumut thulaqa….".Wahai manusia, hari ini bukan hari pembantaian, melainkan hari ini adalah hari kasih sayang, dan kalian semua merdeka kembali ke keluarga kalian masing-masing. Pasukan Islam mendengar pidato itu merasa shock juga. Berjuang hidup mati, diperhinakan, dilecehkan sekian lama, ketika kemenangan sudah di genggaman: malah musuh dibebaskan. Itu pun belum cukup. Rasulullah memerintahkan pampasan perang, berbagai harta benda dan ribuan onta, dibagikan kepada para tawanan.
Sementara pasukan Islam tidak memperoleh apa-apa. Sehingga mengeluh dan memproteslah sebagian pasukan Islam kepada Rasulullah. Mereka dikumpulkan dan Muhammad SAW bertanya: "Sudah berapa lama kalian bersahabat denganku?" Mereka menjawab: sekian tahun, sekian tahun… "Selama kalian bersahabat denganku, apakah menurut hati kalian aku ini mencintai kalian atau tidak mencintai kalian?"
Tentu saja sangat mencintai. Rasulullah mengakhiri pertanyaannya: "Kalian memilih mendapatkan onta ataukah memilih cintaku kepada kalian?" Menangislah mereka karena cinta Rasulullah kepada mereka tidak bisa dibandingkan bahkan dengan bumi dan langit. Tentu saja, andai kita berada di situ sebagai bagian dari pasukan Islam, kelihatannya kita menjawab agak berbeda: "Sudah pasti kami memilih cinta Rasulullah… tapi kalau boleh mbok ya juga diberi onta dan emas barang segram dua gram…?"
- Emha Ainun Najib -
Tuesday, February 2, 2016
Cara Gereja Katholik Mengakali Perceraian
Salah satu agama yang melarang adanya perceraian adalah agama Katholik. Ketika pernikahan terjadi secara Katholik, artinya kontrak seumur hidup hanya dengan satu orang sampai salah satunya mati.
Secara administrasi pun sangat teratur dan ketat. Bila Anda sekarang menikah secara Katholik di Singaparna misalnya, maka mau ke Timbuktu sekalipun tidak ada pastur yang bisa/mau menikahkan, karena status pernikahan Anda yang lalu tercatat dan berlaku di seluruh dunia.
Secara administrasi pun sangat teratur dan ketat. Bila Anda sekarang menikah secara Katholik di Singaparna misalnya, maka mau ke Timbuktu sekalipun tidak ada pastur yang bisa/mau menikahkan, karena status pernikahan Anda yang lalu tercatat dan berlaku di seluruh dunia.
Tidak ada kata CERAI di Katholik. Mau bagaimana juga kondisi rumah tangga Anda, bahagia atau menderita, tidak ada kata CERAI.
Tapi ada satu mekanisme yang "mengakalinya", yaitu pembatalan pernikahan.
Dua orang yang dinyatakan sah menikah secara Katholik, dapat dicari celah untuk dibatalkan pernikahannya dan dinyatakan tidak pernah terjadi.
Tapi ada satu mekanisme yang "mengakalinya", yaitu pembatalan pernikahan.
Dua orang yang dinyatakan sah menikah secara Katholik, dapat dicari celah untuk dibatalkan pernikahannya dan dinyatakan tidak pernah terjadi.
"Apa yang disatukan Allah, tidak bisa diceraikan oleh manusia."
Iya, itu benar, dan diterapkan dalam gereja Katholik. Tapi para ulamanya membuat celah dari petikan ayat injil tersebut, dan ditemukanlah kata padanan yang berbeda tapi punya akibat sama, DIBATALKAN.
Suatu aturan dibuat untuk dilaksanakan dan sekaligus dicari celahnya.
Mengapa pula membuat aturan tidak boleh bercerai tapi boleh dibatalkan?
Aturan yang, konon, berasal dari Allah sendiri, telah dikangkangi oleh ambisi dan kelihaian manusia.
Pemuka agama Katholik melarang keras perceraian, tapi mencarikan celah lain untuk bercerai, yaitu dengan dibatalkannya pernikahan yang telah terjadi.
Lalu ketika suatu pernikahan dibatalkan dan dianggap tidak pernah terjadi, bagaimana nasib anak hasil hubungan "haram" itu?
bagaimana perasaan para saksi yang merasa melihat suatu pernikahan terjadi?
Paradoks, standar ganda.
"Mendingan gak usah sok nglarang cerai deh, kalo cuma untuk diakali dan ganti nama jadi pembatalan nikah..."
Dan bila wacana ini dilempar ke para ulama, maka jawaban yang muncul,
"Sana belajar agama lagi..."
"Bukan begitu sebenarnya, tapi bla bla bla..."
"Coba lihat secara obyektif..."
Bila dua orang menikah secara Katholik, lalu "tidak bersama lagi", maka apa pun penyebutannya, terlah terjadi PERCERAIAN yang "direstui" gereja Katholik.
Saya sangat menghargai hak privat orang lain. Mau Anda menikah atau tidak, itu pilihan Anda.
Mau Anda bertahan dalam pernikahan atau bercerai, itu juga suatu pilihan.
Tapi nyatakanlah itu secara tegas.
"Ya..saya menikah."
"Ya..saya bercerai."
"Ya..Anda sudah menikah dan sekarang bercerai."
"Ya...Anda sudah menikah dan tidak boleh bercerai..."
tanpa ada embel-embel,
"Ya...Anda sudah menikah dan tidak boleh bercerai, tapi bisa dibatalkan lho..."
Menikahlah bila Anda ingin atau merasa wajib.
Berpikirlah 2x saat Anda mencintai seseorang.
Berpikirlah 10x saat Anda memilih untuk menikahinya.
Berpikirlah 1000x saat Anda memutuskan untuk bercerai dengan seseorang yang, konon, pernah Anda cintai.
Iya, itu benar, dan diterapkan dalam gereja Katholik. Tapi para ulamanya membuat celah dari petikan ayat injil tersebut, dan ditemukanlah kata padanan yang berbeda tapi punya akibat sama, DIBATALKAN.
Suatu aturan dibuat untuk dilaksanakan dan sekaligus dicari celahnya.
Mengapa pula membuat aturan tidak boleh bercerai tapi boleh dibatalkan?
Aturan yang, konon, berasal dari Allah sendiri, telah dikangkangi oleh ambisi dan kelihaian manusia.
Pemuka agama Katholik melarang keras perceraian, tapi mencarikan celah lain untuk bercerai, yaitu dengan dibatalkannya pernikahan yang telah terjadi.
Lalu ketika suatu pernikahan dibatalkan dan dianggap tidak pernah terjadi, bagaimana nasib anak hasil hubungan "haram" itu?
bagaimana perasaan para saksi yang merasa melihat suatu pernikahan terjadi?
Paradoks, standar ganda.
"Mendingan gak usah sok nglarang cerai deh, kalo cuma untuk diakali dan ganti nama jadi pembatalan nikah..."
Dan bila wacana ini dilempar ke para ulama, maka jawaban yang muncul,
"Sana belajar agama lagi..."
"Bukan begitu sebenarnya, tapi bla bla bla..."
"Coba lihat secara obyektif..."
Bila dua orang menikah secara Katholik, lalu "tidak bersama lagi", maka apa pun penyebutannya, terlah terjadi PERCERAIAN yang "direstui" gereja Katholik.
Saya sangat menghargai hak privat orang lain. Mau Anda menikah atau tidak, itu pilihan Anda.
Mau Anda bertahan dalam pernikahan atau bercerai, itu juga suatu pilihan.
Tapi nyatakanlah itu secara tegas.
"Ya..saya menikah."
"Ya..saya bercerai."
"Ya..Anda sudah menikah dan sekarang bercerai."
"Ya...Anda sudah menikah dan tidak boleh bercerai..."
tanpa ada embel-embel,
"Ya...Anda sudah menikah dan tidak boleh bercerai, tapi bisa dibatalkan lho..."
Pernikahan itu perjuangan seumur hidup.
Saat kita memutuskan untuk menikah, artinya kita harus mau terima konsekuensinya.
Berjuang sampai mati untuk mempertahankannya.
Kalau merasa tidak mampu atau tidak yakin, maka jangan pernah memaksakan diri.
Pernikahan itu seharusnya suci dan penuh pertimbangan dewasa dan bukannya hanya sekedar legalisasi seks dan beranak pinak.
Menikahlah bila Anda ingin atau merasa wajib.
Berpikirlah 2x saat Anda mencintai seseorang.
Berpikirlah 10x saat Anda memilih untuk menikahinya.
Berpikirlah 1000x saat Anda memutuskan untuk bercerai dengan seseorang yang, konon, pernah Anda cintai.
Thursday, January 14, 2016
Kebenaran Hanya Milik Allah
Sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah.
Manusia itu tempatnya semua kesalahan.
Jadi tidak perlu juga merasa alirannya paling benar,
lalu menganggap aliran atau kepercayaan orang lain salah.
Manusia itu tempatnya semua kesalahan.
Jadi tidak perlu juga merasa alirannya paling benar,
lalu menganggap aliran atau kepercayaan orang lain salah.
Yang penting :
- tidak melanggar hukum
- tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Selesai.
Maka damailah hidupmu di dunia.
Soal di akhirat, biarlah itu menjadi urusan Allah.
- tidak melanggar hukum
- tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Selesai.
Maka damailah hidupmu di dunia.
Soal di akhirat, biarlah itu menjadi urusan Allah.
Monday, December 14, 2015
Cara Menyembah Allah
Sekelompok orang menyembah Allah karena menghasratkan ganjaran;
ini ibadah 'pedagang'.
Kelompok lain beribadat karena takut;
ini ibadah 'budak'.
Suatu kelompok lagi menyembah Allah karena rasa syukur dan terima kasih;
ini ibadah orang 'merdeka'.
ini ibadah 'pedagang'.
Kelompok lain beribadat karena takut;
ini ibadah 'budak'.
Suatu kelompok lagi menyembah Allah karena rasa syukur dan terima kasih;
ini ibadah orang 'merdeka'.
Kebaikan bukanlah kebaikan bila setelah itu ada Neraka;
dan kesulitan bukanlah kesulitan bila sesudah itu ada Surga.
Setiap kebahagiaan selain surga adalah kecil dan setiap bencana selain neraka adalah kesenangan.
(Imam Ali)
dan kesulitan bukanlah kesulitan bila sesudah itu ada Surga.
Setiap kebahagiaan selain surga adalah kecil dan setiap bencana selain neraka adalah kesenangan.
(Imam Ali)
Thursday, October 1, 2015
Bapa Kami
Tuhan......
Berilah kami masalah pada hari ini dan solusi secukupnya,
dan janganlah masukan kami kedalam hutang yang tak mampu kami bayar,
tetapi bebaskanlah kami dari luka hati yg tak kunjung sembuh.
Amin.....
Berilah kami masalah pada hari ini dan solusi secukupnya,
dan janganlah masukan kami kedalam hutang yang tak mampu kami bayar,
tetapi bebaskanlah kami dari luka hati yg tak kunjung sembuh.
Amin.....
Life is Good
Life is good
when you appreciate everything then consider them
blessings from God.
The more you give LOVE
the more will return to you in God's perfect time.
You don't have to be rich and famous to help and make people smile..
Just help,
be kind with all your heart God's sees happening,
every human has its obligations
But God will be the one who will give you.
when you appreciate everything then consider them
blessings from God.
The more you give LOVE
the more will return to you in God's perfect time.
You don't have to be rich and famous to help and make people smile..
Just help,
be kind with all your heart God's sees happening,
every human has its obligations
But God will be the one who will give you.
Monday, August 4, 2014
Marilah Menyembah dan Mencium Pantat
Suatu pagi pintu rumah saya diketuk orang. Waktu saya buka ada seorang lelaki muda berjenggot ditemani perempuan berparas cantik dan mereka berpakaian rapi. Si lelaki berbicara lebih dulu:
Arif: “Salam sejahtera! Kenalkan, nama saya Arif dan ini saudari Dedeh”
Dedeh: “Salam! Kami datang untuk menyampaikan kabar gembira. Kami mengundangmu untuk bersama-sama mencium bokong Burhan!”
Saya: (terkesiap) “Apaaa?! Kalian ngomong apa, sih? Burhan itu siapa? Buat apa saya cium bokongNya?”
Arif: “Kalau kamu cium bokong Burhan, Dia akan kasih kamu 10 Trilyun Rupiah; tapi kalau kamu nggak mau, Dia akan menghajarmu.”
Saya: “Hmmm…. Ini proyek cuci uang hasil ngerampok nasabah Citipubank yang lagi heboh itu ya?”
Arif: “SALAH! Gini, ya. Burhan itu super kaya dan sangat baik hati. Dialah yang memiliki kota ini. Dia mampu membuat apapun yang Dia mau, dan Dia ingin berbagi kekayaan, keselamatan dan kebahagiaan dengan setiap orang. Tapi kamu harus mencium bokongNya dulu.”
Saya: “Iiih… Aneh banget. Kok gitu sih?!”
Dedeh: (memotong) “Hey, kamu siapa berani-beraninya meragukan Burhan?! Kamu nggak mau dapat 10 Trilyun?! Itu imbalan luar biasa untuk mencium bokong!”
Saya: “Ya… Menarik, sih.
Arif: “Kalau begitu ayo cium bokong Burhan bersama kami!”
Saya: “Sebentar… Kalian sering mencium bokong Burhan?”
Arif: “Tentu, sesering mungkin!”
Saya: “Terus? Kalian sudah dapat uang trilyunannya?”
Arif: “Ya belum, dong. Aturannya gini: uangnya nggak bakal dikasih sebelum kita pergi dari kota ini.”
Saya: “Lantas kenapa sekarang kalian nggak pergi-pergi?”
Dedeh: (berusaha menjelaskan) “Kita nggak bisa pergi sebelum disuruh Burhan. Kalau nekat pergi sebelum waktunya, kita nggak dapat uangnya dan Burhan akan menghajar kita.”
Saya: “Oooh, gitu ya? Kalian kenal orang yang sudah menciumi bokong, pergi dari sini, terus dapat uang itu?”
Arif: “Ibu saya menciumi bokong Burhan selama bertahun-tahun. Tahun kemarin beliau pergi meninggalkan kota seizin Burhan, dan saya yakin beliau sedang senang-senang dengan uangnya sekarang.”
Saya: “Sejak ibumu pergi kamu pernah kontak dengan beliau?”
Arif: “Nggak, lah! Dilarang Burhan.”
Saya: “Terus, gimana kamu bisa yakin Burhan benar-benar memberikan uangnya jika kalian nggak pernah ngobrol dengan siapapun yang pernah mendapatkannya?”
Dedeh : “Sebenarnya, sedikit-sedikit Burhan sudah memberi ke kita sebelum kita pergi. Kadang gaji kita naik, atau kita menang arisan, atau sekadar nemu duit di jalan.”
Saya: “Lho, apa hubungannya sama Burhan?”
Arif: “Burhan itu punya semacam ‘hubungan’. Dia seperti dalang agung dibalik berbagai keberuntungan yang biasa kita anggap sebagai kebetulan”.
Saya: “Mohon maaf, tapi itu seperti otak-atik gathuk yang kelewat maksa.”
Arif: “Saudaraku, ini 10 Trilyun lho! Ini kesempatan bagus! Dan ingat, jika kamu nggak mau cium bokongNya, Dia akan menghajarmu, mengazabmu!”
Saya: “Aduh… Gini aja deh. Kalau kamu ketemu langsung sama Burhan, tolong minta penjelasan detailnya. Gitu kan lebih enak.”
Arif: “Oooo… Nggak bisa. Burhan itu tak terlihat dan nggak bisa diajak ngobrol.”
Saya: “Lha terus gimana mau cium bokongNya kalau ketemu saja nggak bisa?!”
Arif: “Kadang-kadang kami sun jauh sambil membayangkan bokongNya. Atau kami cium bokong Pak Teguh, dan beliau yang nantinya menyampaikan ciuman itu.”
Saya: “Bokong Pak Teguh? Siapa pula Pak Teguh itu?!”
Dedeh: “Beliau itu teman dan guru pembimbing kami. Berkat beliau, kami paham bagaimana cara mencium bokong yang baik dan benar. Tanpa harus bayar mahal, cukup mengamplopi seikhlasnya saja.”
Saya: “Dan kenapa kalian sangat percaya pada ucapan Pak Teguh yang berkata bahwasanya ada Burhan yang menginginkan kalian mencium bokongNya dan akan memberi uang?”
Arif: “Karena Pak Teguh sudah berpuluh-puluh milennium memegang selembar surat dari Burhan yang menjelaskan segalanya. Ini saya punya salinannya, silahkan dibaca.”
"Keterangan Resmi dari Teguh
ciumlah bokong Burhan dan Dia akan memberimu 10 T saat kamu meninggalkan kota
Gunakan alkohol seperlunya
Hajarlah orang yang tidak seiman denganmu
Makanlah dengan benar
Burhan mendiktekan langsung surat ini
Bumi itu datar
Maha benar Burhan dengan segala ucapanNya
Cucilah tangan setelah cebok
Jangan gunakan Alkohol
Makanlah roti tawar dengan meses, tanpa tambahan
Ciumlah bokong Burhan, jika tidak, Dia akan murka dan mengazabmu"
Saya: “Kok kepala suratnya atas nama Pak Teguh?”
Dedeh: “Ya memang! Burhan yang mendikte, Pak Teguh yang menulis.”
Saya: “Katanya nggak ada yang bisa lihat Burhan? Kenapa Pak Teguh bisa?”
Dedeh: “Sekarang sih nggak. Tapi duluuu sekali Burhan bicara langsung pada beberapa orang.”
Saya: “Hooo… Oke. Eh, tadi kamu bilang, Burhan itu penuh kasih. Tapi penuh kasih gimana jika Dia bakal menghajar orang yang tak mau mencium bokongNya?! Kasih macam apa yang menghajar orang yang berbeda pendapat?”
Dedeh: “Burhan bebas berkehendak, Dia selalu benar.”
Saya: “Kenapa bisa gitu?”
Dedeh: “Mari buka mata, ayo buka hati. Bacalah ayat ke-7. Di situ disebutkan dengan sangat jelas ‘Maha benar Burhan dengan segala ucapanNya’ dan itu sudah cukup!”
Saya: “Jangan-jangan isi surat itu hanya khayalan Pak Teguh saja.”
Arif: “Saudaraku, jangan biarkan prasangka buruk menggelapkan hati kita. Kan sudah jelas, di ayat ke-5 dikatakan bahwa Burhan mendiktekanNya sendiri. Lagi pula, ada banyak hal yang membuktikan kebenaran surat suci ini. Misal, ayat 2, ‘gunakan alkohol seperlunya’, ayat 4 ‘makanlah dengan benar’ dan ayat 8 yang menganjurkan cuci tangan setelah cebok. Anak kecil juga tahu bahwa itu semua adalah anjuran yang baik dan benar, dan itu bukti bahwa semua yang disampaikan lembar suci ini adalah kebenaran!”
Saya: “Tapi ayat 9 melarang alkohol dan nggak sejalan dengan ayat 2. Dan di ayat 6, bumi datar. Plis deh. Bumi itu bulat.”
Arif: “Saudaraku, ayat 2 dan 9 itu justru saling menerangkan. Dan soal datarnya bumi, apa sudah pernah keliling bumi?”
Saya: “Belum sih, tapi saya pernah naik pesawat yang terbang tinggi sekali, dan dari jendela memang terlihat kalau bumi bulat.”
Arif: “Itu pasti konspirasi keji. Mungkin jendelanya sudah dipasangi LCD yang menampilkan ilusi menyesatkan. Di ketinggian itu kamu pasti belum pernah mengeluarkan kepala dari pesawat dan melihat bentuk bumi secara langsung, kan?”
Saya: “Ya belum sih.”
Arif: “Ha! Akhirnya kamu mengakui kalau kamu tidak tahu. Pengetahuan kita memang terbatas. Karenanya, yakinlah apa kata Burhan. Dia pasti benar.”
Saya: “Kenapa pasti benar?”
Arif: “Iya dong, pasti benar. Lihat lagi itu ayat 7. Jelas-jelas dikatakan begitu. Pikiran yang dipengaruhi iblis memang bikin kita pelupa.”
Saya: “Oooh… Jadi kalian yakin Burhan selalu benar karena surat suci ini bilang begitu? Padahal kita tahu Burhan sendiri yang mendiktekan karena suratnya juga bilang begitu. Ini seperti mengatakan Burhan benar karena dia bilang dirinya benar!”
Arif: “Akhirnya kamu paham juga! Menyenangkan melihat Burhan membuka hati dan menumbuhkan pemahaman!”
Saya: “Tapi itu logika berputar!!!”
Arif: (mengangkat alis) “Burhan memang keren.”
Saya: “Lho??? Tapi… Ah! Sudahlah. Terus, kenapa roti tawar harus pakai meses?”
Dedeh: (merona)
Arif: “Roti tawar, pakai meses, nggak pakai apa-apa lagi. Itulah tuntunan Burhan. Cara selain itu adalah sesat.”
Saya: “Kalau nggak ada meses?”
Arif: “Roti tawar ya harus pakai meses. Meses tanpa roti itu sesat”.
Saya: “Kalau diselipi sosis? Keju boleh?”
Dedeh: (wajahnya menjadi tegang)
Arif: (mulai berteriak) “Jangan keterlaluan! Penambahan apapun itu terlarang! Sesat! “
Saya: “Jadi kalau roti tawar tidak pakai meses tapi diganti sosis goreng, diberi saus pedas, dikasih selembar keju dan sayuran, terus dioven dulu sebentar, itu nggak boleh ya?
Dedeh: (menutup telinganya, bersenandung) “Saya nggak dengar, saya nggak dengar… la la la la la la…”
Arif: “Itu menjijikkan! Hanya antek iblis jahanam yang makan makanan seperti itu…”
Saya: “Tapi rasanya enak, lho! Saya sering makan seperti itu untuk sarapan.”
Dedeh: (jatuh pingsan)
Arif: (menangkap tubuh Dedeh yang lunglai dan membawanya masuk mobil dengan raut wajah marah lalu kembali) “Jika saja saya tahu kamu itu orang seperti itu, saya nggak bakal repot-repot! Nanti saat Burhan menghajarmu, saya akan ada disebelahNya, tertawa sambil menghitung uang yang saya dapat. Saya akan menciumi bokong Burhan untukmu, dasar kamu pemakan roti sosis panggang!”
*****
Saturday, March 22, 2014
Nama Supermarket itu TUHAN
## TUHAN DAN SUPERMARKET ##
Bukalah HN (Hati Nurani) untuk Illahi. Dan Tuhan tau apa yang terbaik untuk DIA berikan pada kita. Bahkan sesungguhnya kita gak tau apa yang terbaik untuk diri kita sendiri... Karena biasanya hanya Ego pribadi yang kita minta dalam doa pada Illahi Rabbi dan kita biasanya dengan "setengah memaksa" pada Tuhan agar mengabulkan doa kita.
Karena itu:
Berhentilah menjadikan Tuhan seperti Supermarket yang harus menyediakan semua di rak belanja dan kalo gak ada di "Rak Supermarket" lalu kita anggap Tuhan "tak mau" mendengar Doa kita. Minjem TS temen Al's Garden , ada orang yang berdoa:
“Ya Allah…. Dekatkanlah dan jadikan aku selalu dikelilingi wanita wanita cantik ”
Dan “Cling…” setahun kemudian anda jadi tukang sayur keliling yang memang selalu dikelilingi wanita wanita cantik pembeli sayuran anda.
Anda percaya Illahi itu segala MAHA, salah satunya Maha Mengetahui, tapi coba renungkan, Kalo Tuhan Maha Tahu, kenapa anda masih memberi tahu DIA…?? Pantaskah anda selaku manusia malah "mendikte" Illahi dengan Daftar belanjaan alias Daftar doa anda...?? Dimana sifat MAHA TAHU Tuhan itu…?? Sadarkah anda bahwa “keinginan” atau doa anda terkadang malah sumber malapetaka untuk anda sendiri jika dikabulkan Tuhan...?? Padahal Tuhan gak penah membuat manusia celaka. Tidaklah Tuhan itu menurunkan Azab melainkan karena perbuatan tangan anda sendiri. Andalah yang menjauhi Illahi dan akhirnya celaka.
Analoginya Persis seperti bayi umur satu atau dua tahunan, jika ia selalu berjalan dengan ibunya, sesungguhnya ia akan terlindungi dengan baik. Pada saat dia berusaha menjauh dari ibunya maka ada ada saja celaka padanya karena si Bayi tidak tau apa yang terbaik baginya. Ibunya sudah memberikan “perlindungan” terbaik baginya tapi tetap juga diambilnya silet dan akhirnya ia luka.
Yang anda butuh hanyalah mengaktifkan HN anda. Jika HN sudah aktif dan sudah terbuka maka tak perlu "cerewet" meminta, secara otomatis jalan terindah telah disediakanNYA yang dengan mudah untuk kita lalui. Di sepanjang jalan dan di ujung jalan tsb sesungguhnya telah tersedia KASIHNYA secara nyata, bahkan yang lebih indah sudah disediakan untuk anda tanpa harus meminta.... Sangat sering anak bayi rewel dan ngamuk saat dilarang ibunya padahal larangan itu untuk kebaikannya sendiri.
Anda bukanlah anak bayi, anda SANGAT SERING menjauhi Tuhan bahkan "sok" jadi Wakil Tuhan dimuka Bumi sehingga otak anda tak lagi berfungsi gara gara bualan manusia manusia disekeliling anda.
Mungkin anda bertanya:
" Mana tekhnik untuk mengaktifkan HN tsb….?? Sehingga saya bisa mengaktifkan dan membuka HN saya dan tau mana jalan Tuhan dan mana jalan Setan....?? "
*Edisi Spiritualisme. Edisi terbatas karenanya tekhnik pengaktifan HN tidak saya sertakan disini....*
Oleh :
Arloren Antoni
Wednesday, March 12, 2014
Tuhan Hanyalah Penonton
Salah satunya adalah soal takdir.
Mayoritas penganut theis berpandangan bahwa Tuhan yang menentukan takdir manusia, menentukan apa yang terjadi pada manusia,
semuanya sudah digariskan, semuanya sudah ditentukan.
Kelahiran, jodoh, rejeki, kehidupan, kematian, semua sudah diatur.
Manusia hanya tinggal menjalaninya.
Mungkin itu benar, berdasarkan ajaran yang dianutnya.
Yang jelas, tidak ada satu manusia hidup yang pernah bertemu secara fisik dengan Tuhan, saat ini.
Secara subyektif saya berpandangan secara berbeda.
Tuhan bagi saya hanyalah penyelenggara.
Kelahiran dan kematian, Tuhan lah yang menentukan. Karena kita tidak bisa memilih kapan, dimana, dan jadi siapa saat kita lahir.
Selebihnya, Tuhan adalah "penonton" pada drama kehidupan manusia.
Jodoh, Tuhan menyediakan jodoh untuk kita. Mendapat jodoh atau tidak, tergantung seberapa besar usaha untuk mendapatkan.
Rejeki, Tuhan menyediakan ladang untuk kita petik. Besarnya rejeki tergantung seberapa pintar dan kemauan kita untuk memanennya.
Pada suatu pertandingan bola, masing-masing tim berdoa untuk kemenangannya. Siapa yang Tuhan bela?
Tak satu pun.
Tuhan hanya menonton.
Kemenangan ditentukan oleh banyak variabel dan seberapa besar kemampuan tim tersebut. Yang menang adalah tim dengan kemampuan paling bagus yang didapat dari hasil latihan, atau pun bahkan dengan kecurangan yang juga merupakan bagian dari "usaha".
Mukjijat, suatu "sumber daya" yang Tuhan sediakan bagi yang mau menggalinya. Tidak serta merta datang hanya dengan meminta.
Bagaikan cheat yang disediakan dalam video game, didapat bila pemain berusaha mempelajari atau mencari bocoran cheat tersebut.
Karena bila Tuhanlah Sang Penentu kisah hidup manusia,
maka patahlah dalil bahwa Dialah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Bilah Tuhanlah Sang Pengatur jalannya nasib manusia,
maka Dia tak lebih hanyalah seorang diktator yang mempermainkan hidup manusia.
Tuhan tak lebih hanya sebagai "Sang Penonton".
(LBP)
Salam anget
*Terlahir miskin itu takdir. Mati miskin itu pilihan.
Thursday, March 6, 2014
Pastor Jawa dan Bento Papua
Ada seorang anak Papua, usia 10 tahun namanya Jacobus Bento.
Suatu pagi Bento lari-lari ke Pastoran menemui Pastur Suseno. Bento meminta Pastur Suseno utk memberkati anjingnya yang sekarat. Pastur pun tersenyum dan mengiyakan.
Mereka berdua menuju rumah Bento. Melihat anjing yg sekarat, Pastur Suseno yang asli Yogya itu pun menempelkan telapak tangannya ke jidat anjing Bento dan berkata dlm bhs Jawa :
"Su...Asu...nek kowe arep mati yo matiyo...nek arep urip yo waraso". Bento yang tdk bisa bhs Jawa berpikir bhw Pastur menggunakan bahasa Latin.
Setelah itu Pastur langsung pulang. Bento pun terus mengingat dan mengulang kata2 doa Pastur Suseno yg sangat mujarab itu.
Beberapa hari kemudian Bento lari2 ke pastoran bermaksud melaporkan kpd Pastur kalau anjingnya sudah sembuh. Namun dia dicegat koster yang mengatakan kalau Pastur Suseno sdg sakit. Bento terkejut...dan langsung menuju ke kamar Pastur dan menempelkan telapak tangannya ke jidat Pastur.
Seperti yang dilakukan Pastur kepada anjingnya, Bento pun berkata :
"Su...Asu nek kowe arep mati yo matiyo...nek arep urip yo waraso".
Pastur Suseno kaget dan tertawa... Tapi langsung sembuh......ha ha ha

Suatu pagi Bento lari-lari ke Pastoran menemui Pastur Suseno. Bento meminta Pastur Suseno utk memberkati anjingnya yang sekarat. Pastur pun tersenyum dan mengiyakan.
Mereka berdua menuju rumah Bento. Melihat anjing yg sekarat, Pastur Suseno yang asli Yogya itu pun menempelkan telapak tangannya ke jidat anjing Bento dan berkata dlm bhs Jawa :
"Su...Asu...nek kowe arep mati yo matiyo...nek arep urip yo waraso". Bento yang tdk bisa bhs Jawa berpikir bhw Pastur menggunakan bahasa Latin.
Setelah itu Pastur langsung pulang. Bento pun terus mengingat dan mengulang kata2 doa Pastur Suseno yg sangat mujarab itu.
Beberapa hari kemudian Bento lari2 ke pastoran bermaksud melaporkan kpd Pastur kalau anjingnya sudah sembuh. Namun dia dicegat koster yang mengatakan kalau Pastur Suseno sdg sakit. Bento terkejut...dan langsung menuju ke kamar Pastur dan menempelkan telapak tangannya ke jidat Pastur.
Seperti yang dilakukan Pastur kepada anjingnya, Bento pun berkata :
"Su...Asu nek kowe arep mati yo matiyo...nek arep urip yo waraso".
Pastur Suseno kaget dan tertawa... Tapi langsung sembuh......ha ha ha

Thursday, August 29, 2013
Analogi tentang tuhan, sebuah lelucon yang menggelikan
Pernahkah anda mendengar kalimat berikut ini, “apakah anda bisa melihat angin?” atau “dimanakah rasa sakit itu?” Kalimat-kalimat tersebut biasanya dilontarkan oleh orang-orang yang bertuhan terhadap kaum atheis. Analogi tentang tuhan tersebut dianggap sebagai senjata maut untuk mempengaruhi seseorang untuk menjadi bertuhan. Tapi efektifkah analogi ketuhanan tersebut?
![]() |
| Tukang cukur, salah satu analogi tentang tuhan yang cukup populer |
Analogi tentang tuhan diatas hanyalah sebagian kecil contoh. Masih banyak variasi analogi ketuhanan lainnya yang digunakan untuk menunjukkan bahwa tuhan itu ada. Tujuannya sich baik, untuk mengajak orang-orang atheis agar percaya pada tuhan. Namun, bagi saya analogi tersebut justru menjadi sebuah lelucon yang bisa membuat perut saya sakit karena tak kuat menahan tawa. Emang kenapa?
Oke, coba kita analisis beberapa analogi tersebut. Saya kasih contoh tentang analogi tuhan dengan angin. Angin tidak terlihat, tapi bisa dirasakan, sama dengan tuhan. Itu adalah kalimat yang sering terlontar dari para sales agama. Yup, memang benar, tidak bisa dipungkiri, angin bisa dirasakan dan tidak terlihat. Namun, hal tersebut tidak bisa dijadikan bukti tuhan itu ada. Kenapa demikian? Angin adalah udara yang bergerak, bahkan kita bisa menciptakan angin dengan cara menghirup udara lalu menghembuskannya. Lalu, apakah berarti tuhan bisa diciptakan juga? Atau, saya bisa memprediksi kemana arah angin tersebut bertiup, caranya dengan menggunakan selembar kain, kita tinggal lihat kearah mana kain tersebut melambai. Apakah berarti tuhan anda juga bisa diprediksi. Maka secara nalar, analogi tentang tuhan dengan angin sebagai subyeknya telah gagal.
Analogi ketuhanan kedua yang juga sering digunakan untuk menunjukkan kalau tuhan itu ada adalah rasa sakit. Rasa sakit itu ada, tapi tidak terlihat, sama dengan tuhan. Sekali lagi saya jawab iya, rasa sakit itu tidak terlihat, tapi apakah itu membuktikan keberadaan tuhan? Ohw, tentu tidak! Rasa sakit adalah rasa yang tidak mengenakkan yang dialami seseorang yang diakibatkan oleh sesuatu. Rasa sakit muncul karena ada penyebabnya, bisa secara fisik maupun non fisik. Sakit secara fisik bisa disebabkan karena terjatuh, dipukul orang, penyakit, dll. Sakit non fisik atau biasa disebut dengan sakit hati, bisa terjadi saat anda ditolak cintanya (seperti yang sering saya alami, hehehehehe), dicaci maki, dimarahi, dihina, dll. Jika anda menganalogikan tuhan dengan rasa sakit, lalu apa berarti tuhan butuh penyebab untuk eksistensinya? Maka analogi tentang tuhan dengan rasa sakit juga gagal.
Kegagalan analogi tentang tuhan diatas seharusnya membuat para sales agama sadar. Analogi merupakan proses dari sebuah logika, sedangkan theis sering bilang kalau tuhan itu tidak bisa dilogikakan. Jadi terasa lucu jika anda berusaha meyakinkan orang-orang yang tidak percaya tuhan dengan logika tentang sesuatu yang absurd. So, masih mau membuat analogi baru? Be my guest, tapi jangan salahkan para free thinker jika anda dianggap pelawak stand up comedy yang gagal, hehehehehe. Semoga semua makhluk berbahagia!
Sumber : http://guetauyanglomau.blogspot.com/2013/08/analogi-tentang-tuhan-sebuah-lelucon.html











