Tarot versi Gilded
maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.
Rider-Waite Tarot
The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards
A Night Watch
Rembrandt van Rijn
Seni Meracik minuman keras
Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail
Di Lorong Ku Menatap
Yang ini jelas foto profil saya to
Showing posts with label hidup sosial. Show all posts
Showing posts with label hidup sosial. Show all posts
Sunday, April 1, 2018
Etos Kerja Di Biogreen
Tadi malam saya jalan dengan Mbak Rosa, MPC.
Sebuah pengalaman yg luar biaso dan membuat saya sangat terkesan padanya.
Bukan karena kecantikannya.
Bukan karena keahliannya berpresentasi.
Bukan juga karena tangan dinginnya dalam handling customer.
Tapi karena ETOS KERJAnya.
Selesai presentasi ke calon member, cuaca hujan deras, kami naik motor.
Masih ada satu tempat lagi yang perlu dituju membantu member aktif kami, Indah, untuk presentasi ke calon membernya.
Saya bilang ke dia,"Mbak, hujan nih, masa kita basah kuyub prospek orang."
Jawabannya sungguh luar biaso,
"Kita udah janji, Dek. Jangan sampai hujan menghalangi kita. Jangan mengecewakan Indah yang menunggu kita."
Dan benar, kami basah2an menemui calon member. Meskipun lelah dan basah, tidak menghalanginya untuk presentasi dengan semangat.
Etos kerja yang luar biasoo.
Ketika kita sudah memutuskan untuk memilih Biogreenscience,
yakinlah bahwa pilihan kita ini adalah benar dan menjanjikan.
Ketika orang sudah percaya dan membutuhkan bantuan kita, jangan pernah kecewakan.
Ketika kita sudah melakukan apa yang kita pilih, maka lakukanlah dengan serius, tekunilah dan jangan mundur walau apa pun halangannya.
Thanks Mbak, buat pelajaran yang sangat berharga ini.
Salam anget
Tuesday, February 6, 2018
Datang Ke BOP itu Gak Penting
Bussiness Oportunity Preview atau biasa disingkat BOP, merupakan nafas dari network marketing.
Acara ini berisi pengenalan produk, penjelasan market plan, testimoni produk dan motivasi dari orang yang berhasil.
Dengan nama yang mungkin berbeda, semua network marketing pasti punya acara BOP, apalagi Biogreenscience.
Itu artinya bahwa acara ini sangat diperlukan.
Bila Anda sedang memprospek calon member, yang paling mudah adalah membawanya ke BOP.
Anda tidak perlu repot banyak menerangkan tentang Biogreen, para pembicara di BOP siap membantu Anda untuk "mengeksekusi" calon member.
ada yang bagian "memegangi",
ada yang bagian "mengikat",
ada yang bagian "menggorok"
dan tentu saja ada yang siap menyajikan menjadi masakan yang sedap.
Maka alasan tidak pintar bicara menerangkan ke orang, sudah bukan alasan lagi.
Kurang enak apa?
"Wah, saya kebetulan tidak ada calon member. Apa tetap harus datang juga?"
Buat Anda yang merupakan member biogreen, datang ke BOP itu seperti makan vitamin,
untuk ngecharge semangat dan memotivasi Anda.
Saat Anda lemah, bonus yang kecil, downline yang minim produksi, dan segala macam persoalan,
dengan hadir ke BOP, semangat Anda akan meningkat karena mendengarkan sharing dari rekan-rekan sesama member.
Karena berkumpul bersama orang-orang yang sevisi dan sama tujuan sangat baik untuk perkembangan hidup Anda.
Menjalankan bisnis jaringan, sangat perlu keuletan, semangat, dan mental BUB (Butuh Uang Banget).
Bila ingin maju, berkumpulah bersama orang-orang yang juga mau maju.
Bila ingin sukses, pilihlah kumpulan orang-orang sukses.
Bila ingin segera kaya, bergabunglah dengan orang-orang yang mau kaya dan sudah kaya.
Dan semua itu akan Anda temui di BOP.
Benarkah BOP tidak penting?
Iya..datang BOP itu tidak penting,
bagi Anda yang tidak mau berkembang,
untuk Anda yang malas,
bagi yang hanya puas dengan penghasilan itu-itu saja,
saya sarankan tidak usah datang BOP, karena itu buang-buang waktu Anda.
Salam anget
Saturday, January 27, 2018
Bagaimana Mengkritik Orang Bebal?
Jaman umur belasan, saya suka naik motor ngebut,
melanggar lalu lintas,
tidak pakai helm, dan segala hal nakal lain.
Banyak orang yang menegur, mengkritik, tapi tidak satu pun saya gubris.
Lalu terjadilah hal buruk di tahun 2002. Saya mengalami kecelakan motor parah yang menyebabkan muka saya rusak dan harus menginap lama di rumah sakit.
Akibat buruk lainnya, setelah keluar rumah sakit saya menjadi tidak produktif dan harus diberhentikan dari pekerjaan.
Sejak saat itu, saya adalah orang yang nomor satu dalam hal kedisiplinan berkendara.
Tidak pernah ngebut, tidak melanggar lalu lintas,
kalau naik motor pasti pakai helm meskipun hanya ke warung depan,
sampai sekarang.
Beberapa orang tidak akan berubah menjadi lebih baik ketika ditegur dan dikritik,
apalagi saat melakukan hal yang dianggapnya benar
plus melakukan pembenaran dengan mencomot dalil-dalil tertentu.
Lalu apa yang harus Anda lakukan untuk memperbaikinya dan mengarahkannya ke "jalan yang benar"?
Wait and see.
Pada masa tertentu biarlah "dia" semakin buruk seburuknya (atau malah mungkin semakin baik?)
Hal seperti itu semoga membuat matanya melek lalu berubah.
Sedih dan tidak rela memang melihat itu, tapi hanya ini yg mungkin bisa Anda lakukan saat ini.
Luka kecil tidak akan membuat orang jera.
Ketika luka itu sudah bernanah dan parah, apalagi perlu diamputasi,
saya yakin (semoga) akan membuat orang sadar.
Salam anget.
melanggar lalu lintas,
tidak pakai helm, dan segala hal nakal lain.
Banyak orang yang menegur, mengkritik, tapi tidak satu pun saya gubris.
Lalu terjadilah hal buruk di tahun 2002. Saya mengalami kecelakan motor parah yang menyebabkan muka saya rusak dan harus menginap lama di rumah sakit.
Akibat buruk lainnya, setelah keluar rumah sakit saya menjadi tidak produktif dan harus diberhentikan dari pekerjaan.
Sejak saat itu, saya adalah orang yang nomor satu dalam hal kedisiplinan berkendara.
Tidak pernah ngebut, tidak melanggar lalu lintas,
kalau naik motor pasti pakai helm meskipun hanya ke warung depan,
sampai sekarang.
Beberapa orang tidak akan berubah menjadi lebih baik ketika ditegur dan dikritik,
apalagi saat melakukan hal yang dianggapnya benar
plus melakukan pembenaran dengan mencomot dalil-dalil tertentu.
Lalu apa yang harus Anda lakukan untuk memperbaikinya dan mengarahkannya ke "jalan yang benar"?
Wait and see.
Pada masa tertentu biarlah "dia" semakin buruk seburuknya (atau malah mungkin semakin baik?)
Hal seperti itu semoga membuat matanya melek lalu berubah.
Sedih dan tidak rela memang melihat itu, tapi hanya ini yg mungkin bisa Anda lakukan saat ini.
Luka kecil tidak akan membuat orang jera.
Ketika luka itu sudah bernanah dan parah, apalagi perlu diamputasi,
saya yakin (semoga) akan membuat orang sadar.
Salam anget.
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Berkenalan?
Pertama kali orang berkenalan dalam kondisi normal, pada gender apa pun,
biasanya dilakukan saling menilai.
Dia orangnya asyik gak ya?
Gimana ya gw mesti bersikap?
Orang ini mengancam atau tidak?
Obrolan apa yang enak ya?
Tentu saja yang paling penting, seberapa dekat hubungan relasi kita nantinya.
Memang harus seperti itu,
pada suatu relasi harus ada batas jarak.
Bila lebih dekat lagi, mungkin nanti kita malah akan bermusuhan.
Sedangkan kalau lebih jauh, tidak ada manfaat yang diperoleh dari relasi ini.
Batas ini yang nantinya akan menentukan seberapa perlu Anda terbuka pada orang lain,
atau mungkin sebaiknya tidak perlu dekat dan cukup "say hello" saja.
Relasi tanpa batas mengakibatkan Anda tampil apa adanya dengan segala sifat buruk yang dipunya.
Ini hanya terjadi pada keluarga atau orang yang menjadi keluarga karena pernikahan.
Tapi dalam beberapa kasus, orang lain yang akhirnya menjadi keluarga adalah relasi yang teruji dalam konflik dan kecocokan hubungan.
Introduksi yang cerdas adalah saat Anda lebih dulu mengamati, menganalisa,
banyak menjadi pendengar.
Karena dengan demikian Anda akan tahu bagaimana harus berbicara dan bertindak pada lawan jumpa Anda.
Seberapa perlu Anda menjalin relasi dengannya akan lebih mudah ditentukan pada saat itu.
Meskipun demikian, dalam beberapa situasi,
"first impression" kadang harus Anda lakukan.
Misalnya Anda mungkin perlu tampil superior ketika berjumpa dengan orang yang berpotensi akan membawa konflik pd Anda.
Salam anget
biasanya dilakukan saling menilai.
Dia orangnya asyik gak ya?
Gimana ya gw mesti bersikap?
Orang ini mengancam atau tidak?
Obrolan apa yang enak ya?
Tentu saja yang paling penting, seberapa dekat hubungan relasi kita nantinya.
Memang harus seperti itu,
pada suatu relasi harus ada batas jarak.
Bila lebih dekat lagi, mungkin nanti kita malah akan bermusuhan.
Sedangkan kalau lebih jauh, tidak ada manfaat yang diperoleh dari relasi ini.
Batas ini yang nantinya akan menentukan seberapa perlu Anda terbuka pada orang lain,
atau mungkin sebaiknya tidak perlu dekat dan cukup "say hello" saja.
Relasi tanpa batas mengakibatkan Anda tampil apa adanya dengan segala sifat buruk yang dipunya.
Ini hanya terjadi pada keluarga atau orang yang menjadi keluarga karena pernikahan.
Tapi dalam beberapa kasus, orang lain yang akhirnya menjadi keluarga adalah relasi yang teruji dalam konflik dan kecocokan hubungan.
Introduksi yang cerdas adalah saat Anda lebih dulu mengamati, menganalisa,
banyak menjadi pendengar.
Karena dengan demikian Anda akan tahu bagaimana harus berbicara dan bertindak pada lawan jumpa Anda.
Seberapa perlu Anda menjalin relasi dengannya akan lebih mudah ditentukan pada saat itu.
Meskipun demikian, dalam beberapa situasi,
"first impression" kadang harus Anda lakukan.
Misalnya Anda mungkin perlu tampil superior ketika berjumpa dengan orang yang berpotensi akan membawa konflik pd Anda.
Salam anget
Tuesday, December 26, 2017
Haramkah Mengucapkan Selamat Natal?
Dalam beberapa tahun ini,
Disintegrasi terjadi bukan karena perbedaan.
Perpecahan diawali dan akhirnya menghancurkan karena ujaran-ujaran peyoratif yang dipolitisir dan terus diulang-ulang.
Pincang, negro, cina lu, dasar miskin, orang tolol, kafir, jangan gaul sama orang jawa, komunis kau, dasar jelek, pesek lu, hitam kau....!!
**
Ucapkan hari raya agama lain bila Anda pikir itu boleh dan layak.
Dan tidak usah ucapkan bila itu tidak sesuai dengan akidahmu tanpa perlu gembar gembor agar kelakuan Anda dimengerti orang beragama lain.
Salam anget
semenjak reformasi yang menurut saya kebablasan,
setiap desember selalu berulang masalah yang sama,
pro kontra ucapan selamat natal.
Ini sebenarnya membosankan dan menyebalkan.
Saya biasanya masa bodoh, tapi kali ini saya akan membahasnya.
Semua orang yang beragama katolik dan protestan yang saya kenal,
100 % tidak ada yang peduli apakah orang yang beragama berbeda mau mengucapkan natal atau tidak.
Tidak penting, tidak masalah.
Kalau diucapkan, ya terima kasih.
Kalau tidak mengucapkan pun yo rapopo.
Lalu kenapa jadi masalah?
Masalah muncul karena ada oknum minoritas yang beragama Islam menggemborkan dan membesarkan ini.
"Maaf, saya tidak bisa mengucapkan selamat natal karena tidak sesuai dengan akidah agama saya."
"Maaf, haram bagi saya untuk mengucapkan selamat natal, tapi saya tetap menghargai agama lain."
Menurut Anda kalimat-kalimat tersebut enak didengar?
"Maaf, saya tidak bisa mengucapkan selamat lebaran karena saya tidak percaya sama nabimu."
Hanya orang tulul yang berkata bahwa kalimat tersebut baik.
Sama halnya dengan kalimat lugas macam ini,
"Maaf, saya tidak bisa mengucapkan hari raya agamamu karena agamamu palsu dan agama saya yang pasti masuk surga."
Bandingkan bila suatu ketika teman anak Anda ngomong macam ini,
"Maaf ya bukan gw ga mau bergaul sama lu,
papi gw pesen bahwa orang kaya ga bisa gaul sama orang miskin. Tapi gw tetap menghormatimu sebagai teman kok."
Orang yang pincang, tahu bahwa kakinya berbeda, dan itu terlihat.
Orang yang terlahir sebagai orang afrika, tahu bahwa dirinya hitam.
Anak yang berangking buncit di kelas,
tahu bahwa dia tidak sepandai teman-teman di kelas.
Tidak ada masalah dengan perbedaan.
Dia tahu dirinya berbeda, orang lain pun tahu bahwa mereka berbeda.
Sekali lagi tidak ada yang salah dengan itu.
Tapi....
Semua akan menjadi masalah ketika hal berbeda tersebut dipakai sebagai ujaran bermakna peyoratif.
Saya tahu bahwa saya tidak pintar,
tapi akan tidak enak bila orang memanggil saya "bodoh".
Anda punya kaki pincang, senang kalau setiap kali orang panggil Anda pincang?
Tanyalah ke orang negro, nyamankah mereka dipanggil "niger"?
Iya...saya tahu tidak bisa masuk ke sebuah klub elite karena saya miskin, semua orang tahu itu,
dan jadi tidak nyaman ketika mereka, orang-orang kaya itu, meskipun dengan cara manis dan sopan,
selalu mengulang-ulang kalimat yang sama,
"Maaf ya, kami ga berniat menghina, tapi kamu ga bisa masuk klub kami karena kamu miskin.
Maaf ya..."
Orang yang terlahir sebagai orang afrika, tahu bahwa dirinya hitam.
Anak yang berangking buncit di kelas,
tahu bahwa dia tidak sepandai teman-teman di kelas.
Tidak ada masalah dengan perbedaan.
Dia tahu dirinya berbeda, orang lain pun tahu bahwa mereka berbeda.
Sekali lagi tidak ada yang salah dengan itu.
Tapi....
Semua akan menjadi masalah ketika hal berbeda tersebut dipakai sebagai ujaran bermakna peyoratif.
Saya tahu bahwa saya tidak pintar,
tapi akan tidak enak bila orang memanggil saya "bodoh".
Anda punya kaki pincang, senang kalau setiap kali orang panggil Anda pincang?
Tanyalah ke orang negro, nyamankah mereka dipanggil "niger"?
Iya...saya tahu tidak bisa masuk ke sebuah klub elite karena saya miskin, semua orang tahu itu,
dan jadi tidak nyaman ketika mereka, orang-orang kaya itu, meskipun dengan cara manis dan sopan,
selalu mengulang-ulang kalimat yang sama,
"Maaf ya, kami ga berniat menghina, tapi kamu ga bisa masuk klub kami karena kamu miskin.
Maaf ya..."
Orang-orang yang mengucapkan kalimat macam itu sangat perlu belajar humaniora, sopan santun, dan ADAT KETIMURAN YANG ASLI bukan ADAT IMPOR yang diaku sebagai adat timur.
Sialnya oknum-oknum provokator selalu menghembuskan seolah-olah orang Katholik atau Protestan menuntut diucapkan natal sebagai simbol toleransi.
Disintegrasi terjadi bukan karena perbedaan.
Perpecahan diawali dan akhirnya menghancurkan karena ujaran-ujaran peyoratif yang dipolitisir dan terus diulang-ulang.
Pincang, negro, cina lu, dasar miskin, orang tolol, kafir, jangan gaul sama orang jawa, komunis kau, dasar jelek, pesek lu, hitam kau....!!
**
Ucapkan hari raya agama lain bila Anda pikir itu boleh dan layak.
Dan tidak usah ucapkan bila itu tidak sesuai dengan akidahmu tanpa perlu gembar gembor agar kelakuan Anda dimengerti orang beragama lain.
Salam anget
Friday, December 22, 2017
"Maen Lu Kurang Jauh, Bro..!"
Kawan saya ini dari lahir sampai besar hanya tinggal di suatu kota kecil di Jawa Tengah.
Tidak sekali pun dia pergi jauh ke luar kota.
Alasannya karena tidak ada keperluan dan
tidak perlu juga pergi untuk sekedar liburan.
Akibatnya dia tidak banyak tahu bagaimana kondisi kota selain tempat tinggalnya.
"Maen lu kurang jauh, Bro.."
Hanya sebuah idiom, ketika orang tidak banyak pengetahuan karena dia tinggal dalam tempurung tanpa mau mencoba tahu dan belajar lebih jauh.
Iya...bagai katak dalam tempurung.
Ketika ada orang yang menganggap komunis adalah sama dengan atheis, lalu berkoar-koar di medsos dan merasa bahwa komunis itu jahat dan berdosa,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang ingin mengganti Pancasila dengan paham komunis, padahal di negara asalnya komunis sudah jadi barang basi,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang ingin mengganti Pancasila dengan paham khilafah dan mendukung HTI, padahal di banyak negara Arab justru HTI jadi organisasi terlarang,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang mengkafir-kafirkan orang lain, mengharamkan sesamanya, merasa paling benar dan paling pantas masuk surga gara-gara cuma mendengarkan tukang ceramah provokator plus sedikit baca kitab suci,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang mengatakan konflik Palestina dan Israel itu tentang membela agama,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang sensitif gampang tersulut emosinya lalu marah sambil membawa nama agama macam pentol korek api,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika orang berpikir bahwa bumi itu datar,
lalu mengklaim dan cocoklogi cuma berdasar pada buku kunonya,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang cuma tahu hitam putih, pokoknya aku putih dan paling benar,
sedangkan kamu yang berbeda dari aku pasti hitam dan pasti salah,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Bro,
gurumu tidak selalu benar,
bumi itu bulat,
politik itu soal kepentingan,
Indonesia itu berdasar pancasila,
surga itu bukan cuma milikmu.
Dunia itu warna warni, Bro, tidak cuma hitam putih.
Banyak belajar, banyak baca, Bro.
Banyaklah menggali pengetahuan dari banyak sumber,
lalu analisa, jangan langsung ditelan semua.
Bro,
yuk "jalan-jalan" biar kamu tidak cuma tahu kotamu saja.
Salam anget
Tidak sekali pun dia pergi jauh ke luar kota.
Alasannya karena tidak ada keperluan dan
tidak perlu juga pergi untuk sekedar liburan.
Akibatnya dia tidak banyak tahu bagaimana kondisi kota selain tempat tinggalnya.
"Maen lu kurang jauh, Bro.."
Hanya sebuah idiom, ketika orang tidak banyak pengetahuan karena dia tinggal dalam tempurung tanpa mau mencoba tahu dan belajar lebih jauh.
Iya...bagai katak dalam tempurung.
Ketika ada orang yang menganggap komunis adalah sama dengan atheis, lalu berkoar-koar di medsos dan merasa bahwa komunis itu jahat dan berdosa,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang ingin mengganti Pancasila dengan paham komunis, padahal di negara asalnya komunis sudah jadi barang basi,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang ingin mengganti Pancasila dengan paham khilafah dan mendukung HTI, padahal di banyak negara Arab justru HTI jadi organisasi terlarang,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang mengkafir-kafirkan orang lain, mengharamkan sesamanya, merasa paling benar dan paling pantas masuk surga gara-gara cuma mendengarkan tukang ceramah provokator plus sedikit baca kitab suci,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang mengatakan konflik Palestina dan Israel itu tentang membela agama,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang sensitif gampang tersulut emosinya lalu marah sambil membawa nama agama macam pentol korek api,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika orang berpikir bahwa bumi itu datar,
lalu mengklaim dan cocoklogi cuma berdasar pada buku kunonya,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Ketika ada orang yang cuma tahu hitam putih, pokoknya aku putih dan paling benar,
sedangkan kamu yang berbeda dari aku pasti hitam dan pasti salah,
maen lu kurang jauh, Bro..!!
Bro,
gurumu tidak selalu benar,
bumi itu bulat,
politik itu soal kepentingan,
Indonesia itu berdasar pancasila,
surga itu bukan cuma milikmu.
Dunia itu warna warni, Bro, tidak cuma hitam putih.
Banyak belajar, banyak baca, Bro.
Banyaklah menggali pengetahuan dari banyak sumber,
lalu analisa, jangan langsung ditelan semua.
Bro,
yuk "jalan-jalan" biar kamu tidak cuma tahu kotamu saja.
Salam anget
Cek In Lion Air Selalu Berantakan?
Penerbangan pagi ini di terminal 1B Bandara Soetta.
Antrian cek in berantakan. Penumpang berdesakan.
Menumpuk rata di semua counter yang bertulis all flight sehingga tidak jelas kota tujuan dan mana penerbangan yang lebih dulu.
Lalu seorang ibu muda di depan saya menyelutuk dengan suara keras.
"Kok gini ya Lion air handle antrian penumpang.
Gak profesional."
Saya dibelakangnya ikut menyelutuk,
"Lho Lion air memang dari dulu gini,Bu.
Wajar sih sebenarnya, bukan salah mereka.
Salah kita aja udah tau pelayanannya jelek masih terus naik lion."
Mungkin celutuk ibu tersebut akan dijawab pihak Lion,
"Kalau gw kasih pelayanan seadanya aja elo pada repeat order, ngapain pula gw naikin standar pelayanan."
Hmm....Betul juga.
Hidup itu pilihan.
Jika Anda pilih naik maskapai low cost,
maka terimalah segala kekurangannya.
Bila Anda memilih bertahan bekerja di suatu perusahaan,
jangan mengeluh gaji tidak naik-naik.
Kalau Anda sudah memilih menikahinya,
tak perlu disesali dia tidak elok lagi dipandang karena menua.
Seandainya merasa perusahaan menyuruh melakukan sesuatu yang menurut Anda tidak sesuai dengan akidah agama Anda,
tidak usah protes, kalau tidak suka, berhentilah,
keluar dari pekerjaan.
Mau memilih, ya harus terima konsekuensi.
Jangan menuntut dan tidak perlu mengeluh, apalagi berdemo.
Salam anget.
Antrian cek in berantakan. Penumpang berdesakan.
Menumpuk rata di semua counter yang bertulis all flight sehingga tidak jelas kota tujuan dan mana penerbangan yang lebih dulu.
Lalu seorang ibu muda di depan saya menyelutuk dengan suara keras.
"Kok gini ya Lion air handle antrian penumpang.
Gak profesional."
Saya dibelakangnya ikut menyelutuk,
"Lho Lion air memang dari dulu gini,Bu.
Wajar sih sebenarnya, bukan salah mereka.
Salah kita aja udah tau pelayanannya jelek masih terus naik lion."
Mungkin celutuk ibu tersebut akan dijawab pihak Lion,
"Kalau gw kasih pelayanan seadanya aja elo pada repeat order, ngapain pula gw naikin standar pelayanan."
Hmm....Betul juga.
Hidup itu pilihan.
Jika Anda pilih naik maskapai low cost,
maka terimalah segala kekurangannya.
Bila Anda memilih bertahan bekerja di suatu perusahaan,
jangan mengeluh gaji tidak naik-naik.
Kalau Anda sudah memilih menikahinya,
tak perlu disesali dia tidak elok lagi dipandang karena menua.
Seandainya merasa perusahaan menyuruh melakukan sesuatu yang menurut Anda tidak sesuai dengan akidah agama Anda,
tidak usah protes, kalau tidak suka, berhentilah,
keluar dari pekerjaan.
Mau memilih, ya harus terima konsekuensi.
Jangan menuntut dan tidak perlu mengeluh, apalagi berdemo.
Salam anget.
Bagaimana Cara Menilai Orang Lain?
Bila mendengar suatu nasehat, biasanya yang pertama kali dilihat adalah
siapa Si Pemberi Nasehat itu.
Kalau orangnya "layak" mungkin didengarkan atau setidaknya menjadi bahan pertimbangan.
Sebaliknya, kalau ternyata orang tersebut misalnya tingkat pendidikan atau ekonominya di bawah kita,
nasehatnya hanya menjadi pepesan kosong.
Ya saya yakin, tidak semua dari Anda mempraktekan hal tersebut.
Sama halnya saat Anda begitu membenci seseorang.
Apa pun hal baik yang dilakukannya akan selalu tampak buruk.
Lalu begitu satu hal buruk terjadi, mudah sekali untuk menertawakan dengan nyinyir.
"Tuh kan, gw bilang apa, memang ga becus dia."
Untuk menilai orang lain secara obyektif,
hal terpenting bukan seberapa pintar Anda,
tapi apakah bisa menghilangkan rasa kebencian/ketidaksukaan dan kemudian bersikap adil memberikan apresiasi apa adanya tanpa memandang latar belakang pribadi orang tersebut.
Baik katakanlah baik,
buruk katakanlah buruk tanpa perlu menambahi bumbu provokasi mengajak orang agar sebenci Anda.
Ukurlah dengan timbangan yang proporsional,
sama seperti Anda ingin diukur dan diperlakukan adil oleh orang lain.
Salam anget
siapa Si Pemberi Nasehat itu.
Kalau orangnya "layak" mungkin didengarkan atau setidaknya menjadi bahan pertimbangan.
Sebaliknya, kalau ternyata orang tersebut misalnya tingkat pendidikan atau ekonominya di bawah kita,
nasehatnya hanya menjadi pepesan kosong.
Ya saya yakin, tidak semua dari Anda mempraktekan hal tersebut.
Sama halnya saat Anda begitu membenci seseorang.
Apa pun hal baik yang dilakukannya akan selalu tampak buruk.
Lalu begitu satu hal buruk terjadi, mudah sekali untuk menertawakan dengan nyinyir.
"Tuh kan, gw bilang apa, memang ga becus dia."
Untuk menilai orang lain secara obyektif,
hal terpenting bukan seberapa pintar Anda,
tapi apakah bisa menghilangkan rasa kebencian/ketidaksukaan dan kemudian bersikap adil memberikan apresiasi apa adanya tanpa memandang latar belakang pribadi orang tersebut.
Baik katakanlah baik,
buruk katakanlah buruk tanpa perlu menambahi bumbu provokasi mengajak orang agar sebenci Anda.
Ukurlah dengan timbangan yang proporsional,
sama seperti Anda ingin diukur dan diperlakukan adil oleh orang lain.
Salam anget
Thursday, September 7, 2017
Inilah yang Harus Anda Lakukan Agar Bisa Lebih Kaya dari Sekarang
Mereka yang tinggal di Jakarta dan pinggirannya, sebutan saya untuk kota satelit, sangat terbiasa dengan macetnya ibu kota.
Berangkat kerja dini hari, saat matahari tenggelam baru sampai rumah.
Efektif 5 hari kerja dan kadang harus lembur.
Ironisnya sebagian waktu dihabiskan di tempat kerja dan ....di jalan raya.
Bagaimana dengan gaji?
Mayoritas berpenghasilan sederhana, bahkan dengan 10 tahun kerja pun belum tentu bisa mengganti biaya kuliahnya dulu,
meskipun memang ada sebagian kecil karyawan dengan posisi tinggi yang berpenghasilan besar.
Ada yang menerima kondisi ini karena memang mereka type orang yang "nrimo" dan sederhana.
Sebagian besar lainnya "terjebak" dengan keadaan.
Mau berubah pun susah.
Idealnya orang ingin punya usaha sendiri.
Modal dan pengalaman sering menjadi penghalang sekaligus alasan keberadaan mereka di zona nyamannya (yang sebenarnya tidak nyaman).
Selain modal dan pengalaman, yang paling penting dan berpengaruh adalah nyali berjudi.
Iya, orang yang membangun usahanya harus punya "mental penjudi".
Karena membangun usaha mempunyai peluang yang sama dengan berjudi.
Kalau tidak menang, ya kalah.
Kalau tidak untung, ya rugi.
Impas di sini saya masukan ke kategori kalah. Karena impas itu hanya menghitung modal, sedangkan waktu, tenaga dan pikiran kita tidak dihitung.
Impas dan efek buruknya bisa Anda lihat di SINI
Jadi bagaimana?
Anda mau tetap dengan kondisi sekarang yang monoton, aman, begitu begitu saja atau
Anda mau perubahan dalam hidup dan penghasilan dengan mencoba memulai bisnis sendiri?
Pilihannya di tangan Anda.
Salam anget
Wednesday, September 6, 2017
Inilah Caranya Orang Kaya Menjadi Kaya
Kalau disuruh memilih, saat ingin membeli ban dengan informasi sebagai berikut :
Harga teman dekat : 635.000,-
Harga keluarga : 600.000,-
Harga orang asing : 550.000,-
mana yang Anda pilih? Akan membeli ke siapa?
Akhirnya Anda memilih membeli ban dari orang asing dengan harga 550.000,-.
Padahal Anda tidak tahu bahwa teman dekat cuma ambil untung 35.000,-
Bahkan keluarga Anda tidak mendapat keuntungan sama sekali, malahan rugi karena harus bayar uang reparasi mobil.
Sedangkan orang asing mengambil keuntungan 300.000,-
Parahnya lagi ternyata setelah diketahui, ban yang dibelinya itu palsu.
Bukan karena barangnya palsu, melainkan Anda saja yang terlalu serakah.
Bukan karena kenalan dekat Anda mau ambil keuntungan, tapi ia bisa memberi jaminan kepercayaan buat Anda.
Ketika berjualan ke teman dekat dan keluarga, berapa pun yang Anda jual ke mereka, mereka akan selalu berpikir Anda sedang mencari untung dari uang mereka.
Dan semurah apa pun Anda jual ke mereka, mereka tetap tidak akan menghargainya.
Selalu saja ada orang-orang yang tidak peduli dengan biaya, waktu dan tenaga Anda.
Mereka lebih baik memilih ditipu oleh orang lain daripada membiarkan Anda mendapatkan keuntungan dari mereka.
Karena di dalam hati mereka, mereka selalu berpikir berapa untung yang Anda dapat darinya,
dan bukannya berpikir berapa yang telah Anda bantu hematkan atau hasilkan untuk dia.
Ini adalah contoh klasik mental orang miskin.
Bagaimana caranya orang kaya menjadi kaya?
Alasan utamanya adalah karena mereka bersedia mendukung kelompok bisnis mereka,
menjaga kepentingan satu sama lain,
maka secara alami mereka mendapatkan lebih banyak lagi.
Teman-teman Anda akan secara bergantian mendukung Anda.
Lalu lingkaran kekayaan ini akan terus bertumbuh dan semakin bertumbuh.
Ini menjelaskan mengapa ada bidang ekonomi tertentu yang dikuasai dan dijalankan dengan sukses oleh kelompok suku, agama, ras, golongan tertentu.
Mereka saling mendukung dan loyal dengan kelompoknya.
Anda akan mulai menjadi kaya ketika Anda mampu memahaminya.
Harga teman dekat : 635.000,-
Harga keluarga : 600.000,-
Harga orang asing : 550.000,-
mana yang Anda pilih? Akan membeli ke siapa?
Akhirnya Anda memilih membeli ban dari orang asing dengan harga 550.000,-.
Padahal Anda tidak tahu bahwa teman dekat cuma ambil untung 35.000,-
Bahkan keluarga Anda tidak mendapat keuntungan sama sekali, malahan rugi karena harus bayar uang reparasi mobil.
Sedangkan orang asing mengambil keuntungan 300.000,-
Parahnya lagi ternyata setelah diketahui, ban yang dibelinya itu palsu.
Bukan karena barangnya palsu, melainkan Anda saja yang terlalu serakah.
Bukan karena kenalan dekat Anda mau ambil keuntungan, tapi ia bisa memberi jaminan kepercayaan buat Anda.
Ketika berjualan ke teman dekat dan keluarga, berapa pun yang Anda jual ke mereka, mereka akan selalu berpikir Anda sedang mencari untung dari uang mereka.
Dan semurah apa pun Anda jual ke mereka, mereka tetap tidak akan menghargainya.
Selalu saja ada orang-orang yang tidak peduli dengan biaya, waktu dan tenaga Anda.
Mereka lebih baik memilih ditipu oleh orang lain daripada membiarkan Anda mendapatkan keuntungan dari mereka.
Karena di dalam hati mereka, mereka selalu berpikir berapa untung yang Anda dapat darinya,
dan bukannya berpikir berapa yang telah Anda bantu hematkan atau hasilkan untuk dia.
Ini adalah contoh klasik mental orang miskin.
Bagaimana caranya orang kaya menjadi kaya?
Alasan utamanya adalah karena mereka bersedia mendukung kelompok bisnis mereka,
menjaga kepentingan satu sama lain,
maka secara alami mereka mendapatkan lebih banyak lagi.
Teman-teman Anda akan secara bergantian mendukung Anda.
Lalu lingkaran kekayaan ini akan terus bertumbuh dan semakin bertumbuh.
Ini menjelaskan mengapa ada bidang ekonomi tertentu yang dikuasai dan dijalankan dengan sukses oleh kelompok suku, agama, ras, golongan tertentu.
Mereka saling mendukung dan loyal dengan kelompoknya.
Anda akan mulai menjadi kaya ketika Anda mampu memahaminya.
Thursday, August 17, 2017
Rahasia Di Balik Bos First Travel
Ramai berita di media,
ada orang-orang "pernah/masih kaya" tersandung kasus.
Ternyata harga kekayaan yang mereka rasakan kemarin harus ditebus mahal karena harus berurusan dengan hukum.
Kesenangan mereka di masa lalu secara tidak sah,
ditebus di masa sekarang.
Saya cuma menonton, membaca berita,
sambil ngopi dan duduk nyaman,
nyaman ala saya.
Saya mungkin tidak sekaya dan setenar mereka.
Yang penting saya tidak perlu ikut merasakan "penderitaan" mereka sekarang.
Ada hal-hal yang Anda pandang indah dari orang lain.
Membuat iri dan mungkin penyesalan karena tidak bisa mencapainya.
Tapi Anda tidak pernah tahu, ada masalah/penderitaan apa dibalik keindahan itu.
Percayalah, apa pun yang Anda pikir wow,
tidak se-wow yang terlihat.
Orang hanya menunjukan apa yang ia ingin orang lain berpikir tentang dirinya.
Salam anget.
==
**Ingin tahu bagaimana keadaan asli orang tersebut?
Buat nilai tampilannya, lalu bagi 3.
APPAREANCE = 3 x REAL
**jangan nanya kenapa muncul angka 3
😂😂😂
Saturday, July 15, 2017
Anda Harus Melakukan Ini Bila Diguncingkan Orang
Mau seberapa baiknya Anda,tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang.
Selalu saja ada yang "nyinyir" atau pembenci,
menggunjing di belakang.
Seorang pembalap di posisi nomer 1,
kalau dia menengok ke samping/ke belakang demi melihat posisi lawannya,
biasanya akan segera tersalip.
Karena energi dan konsentrasinya terbagi dua antara ngebut ke depan dan melihat orang lain.
Biasa sih orang ngomongi saya.
Ada yang baik, banyak juga yang buruk.
Saya tidak peduli apa gunjingan orang tentang saya.
Karena saat saya terusik dengan gunjingan itu,
sama halnya mengurangi tarikan gas menuju kesuksesan.
Begitu pula soal orang lain.
Buat saya tidak perlu juga menggunjingkan kekurangan orang, terutama orang yang tidak saya suka.
Karena itu membuat saya sibuk pada hal yang tidak perlu.
Saya asyik bergosip tentang dia,
lha dianya tidak terpengaruh tuh, malah makin sukses hidupnya.
Mari berhenti mengurusi orang lain.
Mari berkonsentrasi untuk mengurusi diri sendiri dan mencapai sukses.
Salam anget
Saturday, February 25, 2017
Bagaimana Caranya Punya Pacar Secantik Megan Fox?
Seandainya bisa memilih, seandainya boleh memilih,
maka Anda pasti akan pilih yang paling bagus.
Inginnya pacar yang ganteng, baik, setia, pengertian, wangi.
Maunya istri yang cantik, seksi, pintar, jago masak.
Cocoknya kerja jadi bos, banyak duit, rumah bagus, kendaraan mentereng.
Coba lihat ke diri sendiri.
Pacar cantik sih, tapi bawel dan banyak maunya, tapi masih saja pacaran sama dia.
Suami jelek, buncit, jarang mandi, tukang selingkuh,
tapi kok masih bertahan.
Pekerjaan berat, gaji pas-pasan, berangkat subuh, pulang baru maghrib,
tapi sampai sekarang tetap bekerja di tempat yang sama.
Kenapa bisa gitu?
Salah pilih atau memang kepepet karena tidak ada pilihan lain?
Alasannya cuma Anda yang tahu.
Setiap pilihan selalu mengandung resiko.
Tidak ada pilihan yang sempurna,
yang ada adalah pilihan yang "agak mendingan" diantara yang buruk.
Sebenarnya saya ingin punya pacar seperti Megan Fox. Tapi apa daya, cuma dia yang bisa saya dapat.
Sebenarnya saya ingin punya suami seperti Aston Kuthcer. Tapi apa boleh buat, yang mau melamar saya cuma dia.
Sebenarnya saya melamar kerja ke PT. X di Sudirman. Tapi saya hanya diterima kerja di PT. Z yang kantornya cuma bisa sewa ruko.
Salah pilih atau kepepet?
Kita selalu terjebak pada keadaan yang tidak memuaskan.
Dalam hati mungkin Anda berpikir begini,
"Harusnya gue layak untuk dapat yang lebih baik."
Yakin Anda layak?
Saya ingin punya pacar cantik, maka saya harus menggantengkan diri dengan rajin merawat tubuh sehingga yang cantik melirik saya.
Saya ingin punya suami setia, maka saya harus menyenangkannya supaya tidak sempat melirik perempuan lain.
Saya mau pekerjaan bonafit itu, maka saya harus meninggikan kemampuan saya sehingga bisa diterima di sana.
Apa yang Anda dapat sekarang, sebesar yang Anda layak untuk terima.
Trust me..!!
Mau yang lebih bagus?
Naikan level Anda,
layakan diri,
perbesar potensi dan kesempatan,
supaya saat yang bagus dan besar itu datang, Anda layak dan siap untuk menerimanya.
Salam anget
***
Terinspirasi oleh Andreas Patria Krisna yang buncit, jarang mandi, tapi baik hati dan tidak sombong 😆😆
maka Anda pasti akan pilih yang paling bagus.
Inginnya pacar yang ganteng, baik, setia, pengertian, wangi.
Maunya istri yang cantik, seksi, pintar, jago masak.
Cocoknya kerja jadi bos, banyak duit, rumah bagus, kendaraan mentereng.
Coba lihat ke diri sendiri.
Pacar cantik sih, tapi bawel dan banyak maunya, tapi masih saja pacaran sama dia.
Suami jelek, buncit, jarang mandi, tukang selingkuh,
tapi kok masih bertahan.
Pekerjaan berat, gaji pas-pasan, berangkat subuh, pulang baru maghrib,
tapi sampai sekarang tetap bekerja di tempat yang sama.
Kenapa bisa gitu?
Salah pilih atau memang kepepet karena tidak ada pilihan lain?
Alasannya cuma Anda yang tahu.
Setiap pilihan selalu mengandung resiko.
Tidak ada pilihan yang sempurna,
yang ada adalah pilihan yang "agak mendingan" diantara yang buruk.
Sebenarnya saya ingin punya pacar seperti Megan Fox. Tapi apa daya, cuma dia yang bisa saya dapat.
Sebenarnya saya ingin punya suami seperti Aston Kuthcer. Tapi apa boleh buat, yang mau melamar saya cuma dia.
Sebenarnya saya melamar kerja ke PT. X di Sudirman. Tapi saya hanya diterima kerja di PT. Z yang kantornya cuma bisa sewa ruko.
Salah pilih atau kepepet?
Kita selalu terjebak pada keadaan yang tidak memuaskan.
Dalam hati mungkin Anda berpikir begini,
"Harusnya gue layak untuk dapat yang lebih baik."
Yakin Anda layak?
Saya ingin punya pacar cantik, maka saya harus menggantengkan diri dengan rajin merawat tubuh sehingga yang cantik melirik saya.
Saya ingin punya suami setia, maka saya harus menyenangkannya supaya tidak sempat melirik perempuan lain.
Saya mau pekerjaan bonafit itu, maka saya harus meninggikan kemampuan saya sehingga bisa diterima di sana.
Apa yang Anda dapat sekarang, sebesar yang Anda layak untuk terima.
Trust me..!!
Mau yang lebih bagus?
Naikan level Anda,
layakan diri,
perbesar potensi dan kesempatan,
supaya saat yang bagus dan besar itu datang, Anda layak dan siap untuk menerimanya.
Salam anget
***
Terinspirasi oleh Andreas Patria Krisna yang buncit, jarang mandi, tapi baik hati dan tidak sombong 😆😆
Sunday, January 22, 2017
Ciri-ciri Musibah itu Adalah Azab
Ada banyak alasan yang membuat Anda suka atau benci pada orang lain.
Kadang alasan itu malah dicari-cari.
Pokoknya kalau tidak suka ya tidak suka, titik.
Iyalah,
itu hak Anda untuk suka atau tidak.
Yang penting tidak merugikan orang lain.
Yang menjadi buruk adalah inisiatif penghakiman pada orang lain,
kemudian meletakan cocoklogi atas peristiwa yang menimpa orang tersebut.
Suatu ketika tetangga sebelah rumahnya kemalingan.
Bila Anda suka dengannya,
maka Anda bilang itu cobaan dari Tuhan atas umatnya.
Bila Anda benci dengannya,
maka Anda, mungkin, bilang itu azab dari Tuhan atas kesalahan dan dosanya.
Siapa saya, Anda, kita?
Manusia tempatnya semua salah dan kekurangan,
kok berani-beraninya memberikan penghakiman atas peristiwa buruk yang menimpa orang lain.
Saya yakin seyakinnya,
semua peristiwa buruk yang dialami orang lain,
tidak ada hubungannya dengan saya.
Peristiwa buruk tersebut suatu ketika akan saya alami juga,
dalam bentuk sama atau berbeda versi,
dan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Anda.
Apa pun hal buruk atau baik yang terjadi pada saya, kita, biarlah Sang Kuasa yang menentukan dan menghakimi.
Hal buruk tetaplah buruk yang harus menjadi pijakan untuk bangkit lagi.
Hal baik tetaplah baik yang memang sudah waktunya kita dapatkan.
Hidup itu seperti arisan.
Tiap bulan dikocok.
Bisa jadi bulan ini saya yang untung, bulan depan giliran Anda.
Atau bisa jadi Anda sial sekarang, tapi jangan kuatir, giliran saya pasti datang.
Salam anget.
Kadang alasan itu malah dicari-cari.
Pokoknya kalau tidak suka ya tidak suka, titik.
Iyalah,
itu hak Anda untuk suka atau tidak.
Yang penting tidak merugikan orang lain.
Yang menjadi buruk adalah inisiatif penghakiman pada orang lain,
kemudian meletakan cocoklogi atas peristiwa yang menimpa orang tersebut.
Suatu ketika tetangga sebelah rumahnya kemalingan.
Bila Anda suka dengannya,
maka Anda bilang itu cobaan dari Tuhan atas umatnya.
Bila Anda benci dengannya,
maka Anda, mungkin, bilang itu azab dari Tuhan atas kesalahan dan dosanya.
Siapa saya, Anda, kita?
Manusia tempatnya semua salah dan kekurangan,
kok berani-beraninya memberikan penghakiman atas peristiwa buruk yang menimpa orang lain.
Saya yakin seyakinnya,
semua peristiwa buruk yang dialami orang lain,
tidak ada hubungannya dengan saya.
Peristiwa buruk tersebut suatu ketika akan saya alami juga,
dalam bentuk sama atau berbeda versi,
dan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Anda.
Apa pun hal buruk atau baik yang terjadi pada saya, kita, biarlah Sang Kuasa yang menentukan dan menghakimi.
Hal buruk tetaplah buruk yang harus menjadi pijakan untuk bangkit lagi.
Hal baik tetaplah baik yang memang sudah waktunya kita dapatkan.
Hidup itu seperti arisan.
Tiap bulan dikocok.
Bisa jadi bulan ini saya yang untung, bulan depan giliran Anda.
Atau bisa jadi Anda sial sekarang, tapi jangan kuatir, giliran saya pasti datang.
Salam anget.
Monday, July 18, 2016
Hal yang Pertama Kali Diperhatikan Cewek dari Cowok
Kalo cowok kan hampir 80 persen lah kalo kenalan sama cewek, abis liat muka, maka yang diperhatikan berikutnya adalah sebuah bagian di bawah leher. Nah tapi gimana kalo cewek? Dari hasil survey tanya kanan kiri, ternyata yang pertama cewek perhatikan dari cowok (selain wajah) adalah:

Ini sih udah gak peduli 4 point lainnya dan langsung ke nomor 5.
Demikianlah. Gak usah khawatir kalau ternyata kamu gak punya satu pun dari kriteria diatas. Cewe-cewe masih melihat hati dan kepribadian kamu.
1. Cara Ngomong
Cewek-cewek ternyata suka sama cowok yang gaya ngomongnya teratur dan pemilihan katanya. Suara yang dalam dan berat juga jadi salah satu nilai plus. Untuk cewek-cewek metropolitan, akan jadi nilai plus kalo gak ada logat daerah yang membayangi cara kamu ngomong. Logat bule masih diterima. Beberapa menganggap cadel dan gagap sebagai penambah citarasa, biasanya bisa jadi bahan pamungkas untuk bikin cewek-cewek itu ketawa. Tapi mungkin peluang kamu untuk naik level jadi pacar akan sedikit terhambat.2. Matanya
Ini banyak nih yang jawab. Kebanyakan menyukai mata yang sehat, gak belekan, bintitan, atau jereng. Tapi lebih banyak lagi yang menyukai mata dalam artian cara menatap. Tatapan tajam dan mengintimidasi lebih sering membuat cewek bertekuk lutut tapi tatapan teduh dan ramah juga bikin cewek pengen ngajak tidur-tiduran di pantai dengan semilir angin.3. Kebersihan Gigi dan Kuku
Ini penting diperhatikan selain kebersihan ketek. Okelah kamu gak bau ketek misalnya, tapi gigi kamu jigong semua plus sempilan cabe dan bayam disana sini akan membuat cewek mundur tiga langkah. Jangan harap bisa berlanjut ke ciuman, baru nganga aja kamu udah digampar. Kuku juga gak usah gondrong-gondrong deh, apalagi item-item. Misalkan kamu mau membantu cewe tersebut menyebrang atau mengulurkan tangan untuk membantu dia dari jatuh, dia gak bakalan mau bersentuhan sama kamu karena kamu menjijikkan. Kuku yang baik adalah kuku yang pendek, rapi dan bersih. Gak usah warna-warni lah apalagi bintang-bintang.4. Dada yang Bidang
Konon badan yang kokoh dan dada yang bidang itu bikin cewek jadi pengen rebahan diatasnya. Perut gapapa gak harus enam kotak, tapi dada bidang itu semacam akan menambah lebaran senyum dan kadar ramah si cewe sama kamu. Apalagi kalo tiga hal diatas juga udah terpenuhi.5. Selangkangan
Nah nah nah, ini banyak yang gak ngaku nih cewek-cewek kalo suka meratiin bagian yang ini juga. Tapi setelah dikulik-kulik, ternyata diam-diam mata mereka juga suka luncur kebawah untuk nyalain radar apakah ‘Accepted’ ataukah ‘Rejected’ atau malah langsung ‘Now! Now! Proceed immediately!’. Misalnya yang kayak begini :Ini sih udah gak peduli 4 point lainnya dan langsung ke nomor 5.
Demikianlah. Gak usah khawatir kalau ternyata kamu gak punya satu pun dari kriteria diatas. Cewe-cewe masih melihat hati dan kepribadian kamu.
Thursday, May 26, 2016
Selamat Jalan Kapten Hanidin
Ada satu keluarga yang sudah lama tidak saya kunjungi,
bertahun tahun lamanya.
Keluarga teman yang bapak dan ibunya sudah menganggap saya bagai anak sendiri.
Dari waktu ke waktu, teman saya sering menyampaikan pesan dari orang tuanya,
"Eh, kamu ditanyain papa tuh, apa kabarnya sekarang.."
"Mama nanya kok kamu ga pernah main ke rumah?"
"Lebaran ini mampir ga? Bokap nyokap lama ga liat kamu.."
bertahun tahun lamanya.
Keluarga teman yang bapak dan ibunya sudah menganggap saya bagai anak sendiri.
Dari waktu ke waktu, teman saya sering menyampaikan pesan dari orang tuanya,
"Eh, kamu ditanyain papa tuh, apa kabarnya sekarang.."
"Mama nanya kok kamu ga pernah main ke rumah?"
"Lebaran ini mampir ga? Bokap nyokap lama ga liat kamu.."
Dari waktu ke waktu pula,
selalu saja ada alasan saya untuk tidak datang,
selalu saja ada penyebab yang membuat saya berhalangan berkunjung ke rumah mereka.
Seminggu lalu saya sudah berencana berkunjung,
kangen sowan.
Dan benar, hari ini mengunjungi mereka dalam suasana sedih,
dalam keadaan duka cita,
ayah teman saya meninggal dunia......
Yang tertinggal adalah penyesalan,
saya belum sempat sungkem,
belum sempat silaturahmi,
belum sempat mohon maaf atas kesalahan di masa lalu.
Suatu pelajaran buat saya,
agar tidak menunda pekerjaan,
agar tidak menunda sesuatu yang perlu atau harus saya lakukan.
Selalu ada kata terlambat,
atas suatu penundaan.
**
Selamat jalan om,
bapak,
papa,
Kapten Hanidin...
Engkau adalah orang tua yang luar biasa.
Sudah usai tugasmu di dunia.
Anak-anakmu sarjana semua,
telah menikah,
dan sukses sebagai pribadi yang baik.
Mohon maaf sebesarnya...
Kalau saja saya lebih awal datang,
mungkin masih sempat ketemu.
Terima kasih sudah pernah menerimaku dan menganggap sebagai anak....
Lenteng Agung, Minggu 22 Mei 2016
selalu saja ada alasan saya untuk tidak datang,
selalu saja ada penyebab yang membuat saya berhalangan berkunjung ke rumah mereka.
Seminggu lalu saya sudah berencana berkunjung,
kangen sowan.
Dan benar, hari ini mengunjungi mereka dalam suasana sedih,
dalam keadaan duka cita,
ayah teman saya meninggal dunia......
Yang tertinggal adalah penyesalan,
saya belum sempat sungkem,
belum sempat silaturahmi,
belum sempat mohon maaf atas kesalahan di masa lalu.
Suatu pelajaran buat saya,
agar tidak menunda pekerjaan,
agar tidak menunda sesuatu yang perlu atau harus saya lakukan.
Selalu ada kata terlambat,
atas suatu penundaan.
**
Selamat jalan om,
bapak,
papa,
Kapten Hanidin...
Engkau adalah orang tua yang luar biasa.
Sudah usai tugasmu di dunia.
Anak-anakmu sarjana semua,
telah menikah,
dan sukses sebagai pribadi yang baik.
Mohon maaf sebesarnya...
Kalau saja saya lebih awal datang,
mungkin masih sempat ketemu.
Terima kasih sudah pernah menerimaku dan menganggap sebagai anak....
Lenteng Agung, Minggu 22 Mei 2016
Monday, May 16, 2016
Apa Yang Harus Anda Lakukan Bila Punya Hutang??
Kalau kita buat tingkatan dalam hubungan bersosialisasi,maka akan ada level hubungan sebagai berikut :
1. Orang sangat dekat
Misalnya : saudara baik, keluarga, sahabat, teman yang diperacaya, pacar, mantan, suami, istri.
2. Orang dekat
Misalnya : teman nongkrong, teman sehoby, orang yang terhubung karena ikatan darah tapi jarang berinteraksi.
3. Sekedar kenal
Misalnya : Anda kenal dia, dia kenal Anda. Selesai
4. Orang asing
Yang pasti kalian tidak saling mengenal.
Mari kita sepakati bersama dulu,
bila Anda butuh uang, kepada siapa Anda akan meminjam?
Tentunya pada orang terdekat dong.
Orang di level 1,
seseorang yang dipercaya untuk tahu "aib" Anda soal kebutuhan akan uang.
Setuju?
Apakah mungkin meminjam pada orang yang tidak dekat
atau orang yang baru kenal
atau orang yang jarang berkomunikasi
di level 2, 3 atau bahkan 4?
Mungkin saja, dengan 2 alasan :
- tidak punya "seseorang yang dekat" di level 1.
- punya niat menipu.
Lalu bila ada orang yang meminjam uang,
kemudian menghilang,
tidak ada kabar,
lebih galak saat ditagih,
bohong,
pura-pura lupa,
(mari kita kesampingkan kasus tidak mampu membayar tapi tetap beritikad baik)
tidak mau bayar utangnya,
dan tindakan lain yang menyakiti si pemberi pinjaman,
maka orang macam ini berada dimana hati nuraninya?
Ketika ada orang yang meminjamkan uang kepada Anda,
artinya Anda berhutang 2 hal, yaitu uang dan budi.
Uang senilai dengan jumlah pinjaman.
Budi adalah sebegitu baiknya dia untuk percaya dan membantu dengan memberikan pinjaman.
Percayalah,
orang yang kabur dari hutangnya, saat ini dia sedang berkumpul/bersosialisasi dengan orang yang bukan sahabatnya di level 2 sampai 4,
dia tidak punya "TEMAN".
Kenapa? karena orang tersebut tidak sedang bermasalah meminjamkan uang sehingga tidak perlu dihindari.
Kalau pun, katanya, dia sedang bersama sahabat sejatinya, maka sang sahabat itu sejatinya adalah "calon korban" baru.
Seandainya,
Anda sedang didekati orang yang punya masalah hutang piutang dan menghilang dari kreditornya,
Anda bisa jadi orang level 1 nya yang akan menjadi "korban" berikutnya,
atau bisa saja Anda adalah orang level 2 atau 3 nya yang juga, mungkin, akan jadi "korban"nya atau hanya jadi teman killing time,
maka hati-hati.
Jauhi dia untuk keamanan Anda sekaligus memberinya pelajaran agar bertanggung jawab dan tidak menyia-nyiakan teman level 1 nya.
Seandainya,
Anda dimintai pinjaman untuk orang tersebut membayar pinjaman kepada orang lain demi pelunasan janjinya,
maka berilah dia pinjaman bila Anda mampu.
Karena sesungguhnya orang tersebut berintegritas, bertanggung jawab terhadap hutangnya.
Seandainya,
Anda dalam posisi punya hutang,
jatuh tempo dalam membayar tapi Anda tidak punya uang,
maka akuilah ketidakmampuan Anda pada kreditur,
dan minta tenggat tempo.
Bila ternyata kreditur Anda tidak bersedia memberi tenggat waktu,
maka pinjamlah dari orang lain lagi untuk melunasinya.
Gali lubang tutup lubang?
Betul.
Tapi ini jauh lebih baik daripada Anda kehilangan kepercayaan dan teman level 1 yang sangat berharga.
Jangan menghilang..!!!
Jangan pura-pura lupa...!!!
Jangan berbohong...!!
Jangan marah bila ditagih dan sok galak,
bila Anda lakukan itu, Anda tak lebih dari pecundang yang tak tahu diri,
karena sesungguhnya Anda berada di posisi lemah, kalah, dan bersalah,
Anda tidak punya hak untuk marah atau galak saat ditagih hutang...!!!!
Anda tersinggung dengan cara kreditur dalam menagih hutang?
Oke,
lunasi dulu hutang Anda,
baru setelah itu anda baru punya HAK untuk marah dan tersinggung.
Hutang adalah hutang.
Selamanya akan tetap hutang sebelum Anda melunasinya.
Bahkan sampai Anda berada di dunia lain,
hutang itu tetap ada selama sang kreditur tidak menganggapnya lunas.
Uang arisan yang belum Anda setor,
uang titipan untuk orang lain yang Anda "pakai dulu",
hak orang yang belum Anda bayar,
semua itu juga termasuk HUTANG.
Anda berhutang, kalau tidak mau disebut mencuri.
Salam bertanggung jawab
Salam tidak kabur
Salam anget
Wednesday, April 13, 2016
Bohong? Anda Suka Dibohongi atau Berbohong?
Tidak suka kan kalau dibohongi? Sepakat dengan saya?
Untuk alasan apa pun, pasti Anda akan kesal kalau ada orang berbohong.
Tuntutan Anda pada orang lain, katanya,
sederhana,
jujurlah meskipun itu menyakitkan.
Untuk alasan apa pun, pasti Anda akan kesal kalau ada orang berbohong.
Tuntutan Anda pada orang lain, katanya,
sederhana,
jujurlah meskipun itu menyakitkan.
Tapi.....
Ternyata tanpa disadari, atau malah sengaja,
kita pun "rajin" berbohong.
"Ayo mas, makan dulu yuk..."
"Aduh terima kasih, saya sudah makan di rumah."
Atas nama rasa gak enak, Anda menolak tawaran orang lalu berbohong.
"Mas, masakanku enak gak?"
"Hmm....enak kok, buktinya aku habisin."
Demi tidak menyakiti hati istri, Anda berbohong.
Bohong kecil, bohong besar, bohong putih, bohong hitam,
sama saja.
Tetap saja bohong.
Bohong besar terjadi karena Anda terlatih berbohong kecil yang banyak.
Bohong hitam terjadi karena Anda merasa bohong Anda demi sesuatu yang baik,
tetap saja bohong to?
Sederhana,
lakukan pada orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan.
Jangan membiasakan diri untuk berbohong,
kecil atau besar,
demi alasan apa pun,
Jujurlah, maka Anda juga berhak menuntut orang lain untuk jujur.
(LBP)
Salam anget
Ternyata tanpa disadari, atau malah sengaja,
kita pun "rajin" berbohong.
"Ayo mas, makan dulu yuk..."
"Aduh terima kasih, saya sudah makan di rumah."
Atas nama rasa gak enak, Anda menolak tawaran orang lalu berbohong.
"Mas, masakanku enak gak?"
"Hmm....enak kok, buktinya aku habisin."
Demi tidak menyakiti hati istri, Anda berbohong.
Bohong kecil, bohong besar, bohong putih, bohong hitam,
sama saja.
Tetap saja bohong.
Bohong besar terjadi karena Anda terlatih berbohong kecil yang banyak.
Bohong hitam terjadi karena Anda merasa bohong Anda demi sesuatu yang baik,
tetap saja bohong to?
Sederhana,
lakukan pada orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan.
Jangan membiasakan diri untuk berbohong,
kecil atau besar,
demi alasan apa pun,
Jujurlah, maka Anda juga berhak menuntut orang lain untuk jujur.
(LBP)
Salam anget
Thursday, January 14, 2016
Pernikahan Perjuangan Seumur Hidup
Tidak ada yang bisa menjamin bahwa suatu pernikahan akan baik-baik saja.
Tidak ada orang yang layak membanggakan hidup rumah tangganya lebih baik dari orang lain.
Tidak ada suatu pasangan yang bisa mengklaim bahwa mereka mempunyai rumah tangga yang bahagia.
Suatu pernikahan baru teruji dan layak dijadikan "contoh" ketika salah satu atau kedua pasangan mati.
Bahkan suami istri yang dengan rekor ulang tahun pesta emas pun bisa bercerai.
Tidak ada orang yang layak membanggakan hidup rumah tangganya lebih baik dari orang lain.
Tidak ada suatu pasangan yang bisa mengklaim bahwa mereka mempunyai rumah tangga yang bahagia.
Suatu pernikahan baru teruji dan layak dijadikan "contoh" ketika salah satu atau kedua pasangan mati.
Bahkan suami istri yang dengan rekor ulang tahun pesta emas pun bisa bercerai.
Ada orang bilang masa rawan pernikahan di tahun pertama sampai tahun kelima.
Saya katakan,
masa rawan pernikahan adalah selama Anda hidup.
Maka bisa saya katakan,
membangun rumah tangga dan mempertahankannya,
adalah perjuangan seumur hidup.
Jika pasanganmu belum mati,
maka tak "layak" Anda menyebut rumah tanggamu baik-baik saja.
Ketika ada masalah besar datang,
lalu terselesaikan,
selamat...!!
badai telah berlalu.
Jangan kuatir,
setelah ini topan datang melanda,
masalah baru akan datang.
Jika pasanganmu belum mati,
maka seumur hidup akan selalu ada ujian masalah,
seumur hidup Anda harus berjuang mempertahankannya.
Selamat berjuang Sang Pasutri...
Salam anget
Saya katakan,
masa rawan pernikahan adalah selama Anda hidup.
Maka bisa saya katakan,
membangun rumah tangga dan mempertahankannya,
adalah perjuangan seumur hidup.
Jika pasanganmu belum mati,
maka tak "layak" Anda menyebut rumah tanggamu baik-baik saja.
Ketika ada masalah besar datang,
lalu terselesaikan,
selamat...!!
badai telah berlalu.
Jangan kuatir,
setelah ini topan datang melanda,
masalah baru akan datang.
Jika pasanganmu belum mati,
maka seumur hidup akan selalu ada ujian masalah,
seumur hidup Anda harus berjuang mempertahankannya.
Selamat berjuang Sang Pasutri...
Salam anget
Thursday, January 7, 2016
Dibalik abang-abang gojek, ada anak yang tekun mengajari bapaknya pake smartphone.
Masih teringat sebuah quote yang muncul saat pertama kali gojek muncul, "Dibalik abang-abang gojek, ada anak yang tekun mengajari bapaknya pake smartphone."
Lha iya, tehnologi smartphone dengan berbagi fitur dan aplikasinya adalah tehnologi masa kini.
Yang menguasai ya tentu saja para orang muda dan orang "tempo dulu" yang mau belajar.
Jaman dulu saat para orang tua muda belum ada internet, smartphone dan tehnologi semaju sekarang.
Lha iya, tehnologi smartphone dengan berbagi fitur dan aplikasinya adalah tehnologi masa kini.
Yang menguasai ya tentu saja para orang muda dan orang "tempo dulu" yang mau belajar.
Jaman dulu saat para orang tua muda belum ada internet, smartphone dan tehnologi semaju sekarang.
Anda yang muda-muda mungkin pernah mengalami bagaimana repotnya mengajari ayah caranya sms.
Atau mengajari ibu chatting pake whatsapp,
menunjukan nenek caranya terima telpon dengan handphone.
Satu dua kali saya kesal,
ini orang tua kok gak ngerti-ngerti ya diajari.
"Yang itunya, Nek, dipencet dulu baru ngomong."
"Aduhhh, Mam, itu kan bisa di copy paste."
"Knapa sih, Pap, nda pintar-pintar."
Saya pintar?
Iya.
Saya menguasai tehnologi kekinian.
Sangat update sekali.
Padahal kepintaran itu datangnya karena orang tua menyekolahkan saya,
banting tulang mereka bekerja agar anaknya lebih pintar dari dirinya.
Saya pintar?
Iya.
Saya bisa lancar berjalan, berbicara, berkomunikasi, bertubuh bagus.
Padahal itu karena orang tua yang menjaga dan mendidik dari kecil.
Sambil menarik nafas,
berusaha sabar dan tersenyum,
saya bergumam,
"Terima kasih, Pap, saya bisa pintar karena Papa."
"Maturnuwun, Mam, saya bisa ngerti smartphone karena Mama belikan."
"Tengkyu, Nek, saya sehat karena Nenek jaga saya dari kecil."
sesi pelajaran tehnologi kekinian berlanjut,
tentunya dengan lebih sabar dan penuh senyum...
Sehebatnya Anda,
itu karena adanya peran serta orang-orang yang tidak sepintar Anda.
Tanpa mereka,
Anda mungkin bukan siapa-siapa.
(LBP)
Salam anget
Atau mengajari ibu chatting pake whatsapp,
menunjukan nenek caranya terima telpon dengan handphone.
Satu dua kali saya kesal,
ini orang tua kok gak ngerti-ngerti ya diajari.
"Yang itunya, Nek, dipencet dulu baru ngomong."
"Aduhhh, Mam, itu kan bisa di copy paste."
"Knapa sih, Pap, nda pintar-pintar."
Saya pintar?
Iya.
Saya menguasai tehnologi kekinian.
Sangat update sekali.
Padahal kepintaran itu datangnya karena orang tua menyekolahkan saya,
banting tulang mereka bekerja agar anaknya lebih pintar dari dirinya.
Saya pintar?
Iya.
Saya bisa lancar berjalan, berbicara, berkomunikasi, bertubuh bagus.
Padahal itu karena orang tua yang menjaga dan mendidik dari kecil.
Sambil menarik nafas,
berusaha sabar dan tersenyum,
saya bergumam,
"Terima kasih, Pap, saya bisa pintar karena Papa."
"Maturnuwun, Mam, saya bisa ngerti smartphone karena Mama belikan."
"Tengkyu, Nek, saya sehat karena Nenek jaga saya dari kecil."
sesi pelajaran tehnologi kekinian berlanjut,
tentunya dengan lebih sabar dan penuh senyum...
Sehebatnya Anda,
itu karena adanya peran serta orang-orang yang tidak sepintar Anda.
Tanpa mereka,
Anda mungkin bukan siapa-siapa.
(LBP)
Salam anget










