Tarot versi Gilded

maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.

Rider-Waite Tarot

The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards

A Night Watch

Rembrandt van Rijn

Seni Meracik minuman keras

Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail

Di Lorong Ku Menatap

Yang ini jelas foto profil saya to

Monday, June 13, 2011

Saya Tidak Sendiri

Ketika saya dalam masalah,
beban berat dan keputusasaan,
seseorang datang kepada saya
memberikan kata-kata bijak,
semangat dan dukungan,
"Ayo Leo..kau bisa hadapi ini...!!!"

Ketika kedua kalinya saya dalam masalah,
beban berat dan keputusasaan,
tidak ada yg datang pada saya.
Saya bangkit dan mencarinya.
Lalu saya temukan seseorang,
menyemangati dan mendukung saya,
"Ayo Leo..kau tidak sendiri...!!!"

Ketika ketiga kalinya saya dalam masalah,
beban berat dan keputusasaan,
tidak ada yang datang pada saya,
tidak ada seseorang pula
meski saya telah mencari..

Lalu saya temukan saya sendiri,
selalu sendiri dalam masalah,
beban berat dan keputusasaan.
Saya berbisik dalam hati,
"Jangan takut Leo, kau tidak sendiri,
Allah selalu ada untukmu..."

Keempat kalinya saya dalam masalah,
beban berat dan keputusasaan,
saya tersenyum dan berkata,
"Aku tidak sendiri, Dia mencintaiku.."
(LBP)

Selamat hari minggu.
Allah bersama kita.

Salam anget.
Share:

Latihan Mengangkat Beban

Kalau melihat kuli di pasar,
mereka lelah bermandi keringat mengangkat beban berkilo-kilo.
Membanting tulang demi bayaran atas hasil kerjanya.
Apakah mereka menyukainya?
Mungkin kalau boleh memilih,
mereka akan lebih memilih pekerjaan yang nyaman di kantor ber- AC.
Artinya (mungkin) mereka tidak menikmatinya....

Bandingkan dengan pria2 berotot di Gymnastic. Mereka lelah bermandi keringat mengangkat beban berat berkilo-kilo.
Tidak ada yang membayar.
Bahkan mereka mengeluarkan uang untuk bisa mengangkat beban.
Mereka menikmatinya.
Kenapa?
Karena mereka memilihnya dengan ikhlas.

Beban hidup,
buat orang yang terpaksa memanggulnya,
adalah sakit.
Tapi buat orang yang rela, dan memilih beban itu,
adalah kenikmatan.
Apapun bila kita lakukan dengan iklas dan pilihan bebas, akan terasa nikmat.

Sekarang dari sudut mana kita memandang beban hidup?
Suatu beban yang harus dan terpaksa kita pikul,
ataukah suatu pilihan "kenikmatan" yang kita piliih dengan sadar dan iklas?

“Kata orang,beban hidup itu berasal dari Tuhan.
Dan biasanya yang berasal dari Tuhan menurut ukuran dunia adalah
yang sakit dan menderita, bukan yang enak-enak kan?”

Lhoo...kata siapa yang dari Tuhan itu sakit dan menderita?
Tidak enak itu kan masalah selera dan perasaan.
Ada orang yang suka ke diskotik, mabuk dan ekstase.
Di sisi lain ada orang yang dalam keadaan doa dan meditasi pun bisa mabuk dan ekstase.

Jadi, berlatihlah mengangkat beban,
belajarlah menyukai dan menikmati hal-hal yang baik.
Dengan demikian, apapun yang berasal dari Tuhan,
seberat apapun beban hidup Anda,
selalu menyenangkan dan bukanlah hal yang menyebabkan sakit dan penderitaan...
(LBP)

Salam anget.
Share:

Wednesday, June 8, 2011

"Gue tusuk lu sampe mampus..!!"

Perbuatan biasanya diawali dengan ucapan.
Perbuatan buruk diawali dengan ucapan buruk.
Banyak tindakan kejahatan di awali dengan kata-kata jahat.

Misalnya,
sebelum orang menusuk,
sempat terlontar kata-kata,
"Gue tusuk lu sampe mampus..!!"
dan kejadian selanjutnya dapat Anda duga.

Bila Anda membiasakan diri mengucapkan hal-hal buruk,
kata-kata makian,
alam bawah sadar Anda akan
merekam ucapan itu
dan nanti atau suatu saat
akan mewujudkannya dalam tindakan buruk pula
sekaligus membentuk pribadi
yang kasar dan tak bersahabat.
Itu menjadi oto-sugesti dalam diri Anda.

Perbuatan baik pun tidak lepas dari pengaruh perkataan baik.

Kata-kata seperti,
"Aku mencintaimu,
aku memaafkanmu.."
bila diucapkan terus menerus,
akan "memaksa" dan mensugesti Anda
untuk mencintai orang yang Anda benci
dan memaafkan orang yang bersalah kepada Anda.   

Perkataan mana yang lebih indah,
"Gue tusuk lu sampe mampus.."
atau,
"Aku mencintaimu sampai mati.."

Biasakan diri Anda untuk mengucapkan kata-kata baik,
maka perbuatan Anda akan menjadi baik.
Biasakan kata-kata indah terucap di mulut Anda,
maka hidup anda akan menjadi indah,
untuk diri sendiri
dan orang lain. (LBP)

Salam anget.
Share:

Monday, June 6, 2011

Kenapa Memilih Tidak Menikah??

Bahwa ada agama yang tidak mewajibkan pernikahan,
bahkan sebaliknya mewajibkan pemuka agamanya untuk tidak menikah,
tidak perlu kita perdebatkan.

Dengan banyak alasan,
orang memutuskan tidak menikah atau menunda pernikahannya.
Mereka merasa nyaman dengan "kesendiriannya"
tanpa intervensi dari orang lain
dalam hidup.
Saking nyamannya,
malah jadi keterusan,
tahu-tahu umur sudah terlalu  matang
(kalau tidak mau dibilang tua).

Anda belum menikah?
Kenapa?
Trauma dengan pernikahan dan lawan jenis?
Belum siap menikah?
Atau memang tidak mau menikah?

Menikah atau tidak,
tidak membuat diri Anda lebih buruk atau lebih baik.
Pembentukan mutu pribadi tidak didasari oleh status marital seseorang,
melainkan dari cara Anda menyikapi hidup.
Meskipun banyak orang yang menikah bersaksi bahwa hidup mereka jadi "lebih baik" setelah menikah,
itu sama sekali tidak mewakili pribadi Anda.

"Saya takut  menikah, banyak orang gagal dalam pernikahan"
Jangan jadi pengecut dan menjadikan orang lain kambing hitam.
Anda tidak akan pernah tahu baik buruknya pernikahan, atau gagal tidaknya,
bila tidak mencoba.

"Saya trauma dengan lawan jenis.."
Ada orang baik dan buruk.
Tidak semua orang sama, dan jangan coba-coba menyamaratakan tiap orang.
Mencari pasangan hidup sama dengan mengocok dadu.
Tidak selamanya keluar angka yang Anda inginkan.
Bila ingin mendapatkan angka yang tepat, teruslah mencoba,
begitu pula dalam mencari jodoh.

"Saya belum siap menikah"
Jangan coba menikah bila Anda belum siap, itu sama saja bunuh diri.
Tapi kalau Anda tidak menyiapkan diri,
kapan siapnya???

"Saya tidak mau menikah karena tidak ingin"
Silakan bila itu pilihan Anda, selama membuat Anda nyaman.
(Terlepas bahwa ada agama yang mewajibkan penganutnya untuk menikah, tidak kita perdebatkan).

Menikahlah bila Anda siap dan ingin menikah.
Tetaplah tidak menikah, bila itu pilihan Anda dan membuat Anda lebih nyaman. (LBP)

Salam anget
Share:

Kenapa Harus Menikah??

Acara pernikahan itu selalu merepotkan dan menghabiskan banyak uang,
tidak saja pasangan yang menikah, tapi juga pihak keluarganya.

Kenapa pula harus menikah,
bila tanpanya pun kebutuhan biologis dan  menghasilkan keturunan dapat terpenuhi dengan biaya kecil?

"Tanpa menikah, kebutuhan biologis saya terpenuhi.
Tanpa menikah, saya bisa mempunyai anak."
Bahwa ada agama yang mewajibkan pernikahan, tidak perlu kita perdebatkan.

Anda sudah menikah?
Itu bagus.
Kenapa pula harus menikah?
Apa alasannya?
Sadarkah Anda
bahwa pernikahan itu adalah "jebakan batman"?
Anda, idealnya, harus hidup dengan satu pasangan, seumur hidup.
Anda yakin tidak akan bosan atau muak?

Komitmen dari pernikahan :
Menikah berarti
"penyerahan diri sepenuhnya" kepada pasangan.
Menikah berarti harus mau menerima pasangan apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Menikah berarti "meninggalkan" keluarga lama Anda,
dan meleburkan diri dengan pasangan, membentuk keluarga baru.
Bukan hanya sekedar pengesahan
hubungan Anda secara hukum dan agama.
Karena Anda mencintai pasangan
dan ingin menjalankan komitmen pernikahan bersamanya,
maka Anda menikah.

"Saya menikah karena terpaksa..."
Keterpaksaan itu mungkin mengurangi "kenikmatan" Anda dalam berumah tangga,
tapi tidak menghalangi Anda untuk menjadi pasangan yang baik.
Keterpaksaan seperti nasi yang sudah menjadi bubur.
Mari kita "bumbui" bubur tersebut agar nikmat disantap.

"Sepertinya terdengar susah.."
Anda tidak akan tahu bila tidak mencobanya, secara benar.

Menikahlah,
karena itu adalah benar pilihan Anda. (LBP)

Salam anget
Share:

Friday, June 3, 2011

Saya Sudah Berubah Lhooo..........

Seratus kali orang bilang,
"Saya cantik."
Dia bukan orang cantik.

Seratus kali orang berkata,
"Saya baik."
Dia tidak sebaik yang dikatakannya.

Seratus kali orang mengaku,
"Saya berubah, saya sudah bertobat."
Dia belum berubah, apalagi bertobat.

Orang yang cantik, jarang menyatakan dirinya cantik.
Cantik itu terjadi karena banyak orang berpendapat bahwa dia cantik.
Orang yang baik diakui oleh masyarakatnya.
Sedangkan orang yang berubah, bertobat, tak perlu pernyataan.

Anda merasa telah berubah menjadi lebih baik?
Itu bagus.
Tak perlu pengumuman.
Tak perlu pengakuan.

Anda berubah untuk diri Anda sendiri.
Bukan untuk menarik simpati orang.
Biar orang lain yang menilai.
Perbuatan baik lebih penting dari pada pernyataan,
"Saya telah berubah, saya bertobat, saya orang baik."
(LBP)

Salam anget.
Share:

Tuesday, May 31, 2011

Saya Ingin Pulang

Ketika Anda lelah bekerja seharian,
apa yang Anda inginkan?
"Saya ingin pulang."

Setelah Anda puas pergi berlibur,
apa yang Anda inginkan?
"Saya ingin pulang"

Saat Anda jenuh dengan komunitas Anda,
apa yang Anda inginkan?
"Saya ingin pulang."

Sewaktu Anda berada dirantau, jauh dari rumah,
apa yang Anda inginkan?
“Saya ingin pulang.”

Anda ingin pulang, bertemu dengan keluarga tercinta.
Itulah hiburan paling menyenangkan.
"Home sweet home"
Tidak ada tempat yang paling Anda rindukan selain rumah.
Anda selalu ingin pulang.

"Saya malas pulang, tidak ada orang di rumah yang menantikan saya"
Selalu ada saat Anda ingin pulang,
kembali ke rumah,
menikmati kesendirian dan kebebasan Anda.
Anda selalu ingin pulang.

“Saya berada jauh dirantau, tak mungkin bisa pulang.”
Pada dasarnya setiap orang bisa pulang, meskipun kondisi tidak memungkinkan.
Saat Anda merasa dekat dengan kampung halamannya secara pikiran dan batin,
Anda  telah pulang.
Ketika Anda selalu mencintai orang-orang di rumah,
Anda  telah pulang.
Bahkan ketika Anda harus mati di tanah rantau, jauh dari rumah, tetapi pikiran berada di rumah,
Anda telah pulang...

"Saya tidak ingin pulang. Saya tidak dicintai orang rumah, saya benci mereka."
Anda tidak akan pernah merasakan dicintai bila Anda masih menyimpan kebencian.
Cintailah keluarga Anda.
Cintailah orang-orang di rumah Anda,
dengan tulus.
Maka Anda akan merasakan betapa indahnya cinta.
Anda akan selalu ingin pulang..
(LBP)

Salam anget.
Share:

Definition List

Unordered List

Support