Monday, February 13, 2017

Pilih Agus atau Ahok atau Anis?

Ketegangan antar pendukung paslon terasa begitu kuat sejak pilpres lalu di medsos.
Masing-masing pendukung paslon begitu fanatik.
Ini pun terasa sampai ke pilkada tahun ini.
Sering saya baca status teman-teman yang saling menghujat, 
bersekutu,
dan malahan saling unfriend memutuskan silaturahmi.

Anda mungkin netral, tidak peduli dengan dinamika politik.
Baiklah, tidak ada masalah dengan itu.
Tapi bila Anda pendukung/pembenci salah satu paslon,
rasanya panas kalau melihat status teman menjelekan paslon Anda.
Tidak tahan, lalu berkomentar, bertengkar, dan berujung unfriend.
"Ini orang kok bebal banget sih, ga ngerti2 juga kalo paslon gw itu bener. Punya hati nurani ga sih?
Bisa mikir ga sih?"
Itu yang timbul di benak Anda.

Para pembenci biasanya akan menghasilkan pembenci juga di pihak lain.
Para pendukung, dengan semua argumennya,
juga pasti mempunyai lawan pendukung di pihak lain.
Anda pasti merasa benar dan mereka salah.
Begitu pula sebaliknya.

Pernahkah Anda mencoba membaca dengan serius status teman para pembenci?
Baca dengan hati, lojik, dingin.
Mungkin Anda yang salah dan mereka yang benar.
Kalau masih panas bacanya, 
tinggalkan sejenak, lalu baca lain waktu.
Begitu terus menerus.
Barangkali suatu ketika Anda akan sadar, bahwa paslon pilihan Anda kurang tepat.
Atau malahan semakin yakin pada paslon yang Anda dukung.

Tidak perlu unfriend dan memutuskan silaturahmi dengan orang yang bersebarangan.
Jadikan introspeksi, bahwa paslon dukungan Anda bukan dewa yang tanpa cela.
Dan persiapkan mental menerima bila paslon Anda kalah, bukan bila menang.
Karena kemenangan paslon tidak perlu mental apa pun dari Anda.

**
Paslon itu mirip gebetan.
Kamu sibuk bahas paslon
tapi paslon ga pernah bahas kamu.

Kamu sibuk bahas gebetan
tapi gebet... ah sudahlah..!!

Salam anget


Share:

0 comments:

Post a Comment

Definition List

Unordered List

Support