Tarot versi Gilded

maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.

Rider-Waite Tarot

The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards

A Night Watch

Rembrandt van Rijn

Seni Meracik minuman keras

Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail

Di Lorong Ku Menatap

Yang ini jelas foto profil saya to

Tuesday, October 31, 2017

Mati?

Mereka tidak mati,
hanya pergi.
Mereka tidak mati,
masih kurasakannya tadi....

Aku mau terlelap ini malam,
biarkan kuterpejam
biarkan tangis mengantarku,
biarkan duka memelukku.

Mereka tidak mati,
hanya pergi,
pergi bersama doa,
dan pulang saat ku nanti terjaga.


LBP
Share:

Wednesday, September 27, 2017

Sang Ketua

Di kelas saya dulu ada seorang anak baik, rajin,
pintar, dan ditunjuk wali kelas kami menjadi ketua kelas.
Selama menjabat sebagai ketua, dia bekerja cukup terampil, sanggup menjadi penyambung lidah kawan-kawannya ke guru.
Seperti misalnya, melobi guru untuk memberikan tenggat waktu tambahan pengumpulan kliping.
Atau dia juga cukup didengar guru saat mengusulkan tempat tujuan karya wisata kami.
Bila ada PR, tanpa disuruh, ketika guru masuk kelas, tugas sudah terkumpul dikoordinasi olehnya.
Tak heran namanya sangat dikenal di sekolah.

Saya dan beberapa anak tukang melanggar di kelas adalah pendukungnya.
Dia aset kami.
Biasanya kalau kami tidak mengerjakan pr, entah bagaimana caranya, dia menutupinya.

Untuk menguasai kelas, maka salah satu caranya adalah memanfaatkan sang ketua.
Urusan jajan di kantin waktu istirahat, tidak usah kuatir, kami buat dia kenyang.
Masalah berkonflik dengan kelas sebelah, kami jadi bekingnya.
Berangkat sekolah, ada yang menjemput,
untuk soal pulang sekolah, saya antar dia dengan sepeda.
Tiap pertandingan basket, nama dia selalu kami teriakan hingga menjadi perhatian kelas lain.
Kurang apa lagi? Tidak heran kalau Sang Ketua makin percaya diri dan berada di pihak kelompok kami.

Yang paling menyebalkan di kelas itu kelompok anak-anak kutu buku dan kelompok cewek-cewek centil. Susah diajak melanggar,
tidak kompak.
Plus mereka pengadu.
Keberadaan mereka mengancam kenakalan kami.

Lalu dibuatlah desas desus, bahwa kelompok kutu buku selama ini selalu mencontek saat ulangan Biologi kemarin dan dapat bocoran soal dari kelas lain.
(Di masa itu lazim seorang guru mata pelajaran tertentu membuat soal ulangan yang sama untuk banyak kelas).
Gosip ini cepat menyebar dan menjadi menjadi viral di banyak kelas. Hampir semua anak mempercayai kelompok kutu buku bisa mendapat nilai bagus karena mencontek.

Kami punya Sang Ketua. Sedikit saja digosok, mulutnya ikut berkoar. Saat class meeting, tercetus dari mulutnya bahwa disinyalir ada beberapa anak yang mencontek dan dapat bocoran soal Biologi. 
Wali kelas kami bertanya mana buktinya telah terjadi percontekan.
"Tidak mungkin, Bu mereka punya nilai tinggi kalau gak nyontek." teriak saya.
Teman sekelompok saya ikut berteriak mendukung kata-kata saya.

"Demi stabilitas dan keamanan kelas, saya sebagai ketua merekomendasikan agar para pecontek ini dipindahkan ke kelas lain pada semester depan." Sang Ketua makin percaya diri, mengarahkan teman-teman lain agar mendukung rekomendasinya.
Dan semester berikutnya, kelompok kutu buku dipindahkan ke kelas lain oleh kepala sekolah.
Tidak perlu bukti, tidak perlu saksi.
Modalnya hanya yakin dan berani bersuara keras.
Inilah kemenangan kami....

Bersuara keras adalah cara,
berani adalah koentji.
Meskipun jumlah kami, anak-anak pelanggar, sedikit, tapi kami berhasil menguasai kelas.
Jadikan satu orang sebagai figur dan idola,
buatkan panggung untuknya,
buat opini,
bersuara keraslah agar opini itu menjadi fakta yang diterima,
lalu singkirkan rival....



Share:

Thursday, September 21, 2017

Saya Diajak Gabung MLM

Beberapa hari lalu datang ke rumah saya seorang kawan lama,
wanita cantik dan cetar sekaligus hot mama.
Kalau tujuan kedatangannya karena kangen sama saya, 
sungguh menyenangkan sekali.
Tapi ternyata motifnya adalah mau mengajak berbisnis.

Baiklah, pintu rumah saya terbuka lebar.
Datanglah ia dengan membawa beberapa produk dan setumpuk kertas berupa brosur dan market plan. 
Saya dengarkan presentasinya dengan seksama. Ada yang mirip dengan Biogreen, banyak pula yang berbeda.

Usai presentasi, dia bertanya,
"Gimana, kamu mau join gak?"
Saya menjawab sambil nyengir,
"Hehe...mbak kan tau aku udah ikut Biogreen. Tapi gapapa, aku akan gabung bila dua pertanyaanku ini jawabannya memuaskan."
"Apa pertanyaannya?" dia memandangku bersemangat.

"Yang pertama, bila aku naruh uang di mbak, aku akan dibantu gak buat presentasi dan prospek?"
"Itu pasti, aku janji" dia menjawab cepat.

"Oke. Pertanyaan kedua. Bila aku nyemplungin uang di sini, berapa lama bisa balik modal dan apa garansinya?"

"Aduh...kalau balik modal berapa lamanya ya itu tergantung gimana usaha kitalah. Gak ada garansi uang bakal balik, yang penting klo usaha kita maksimal, yakin pasti balik modal. Aku bantu deh."

Mendengar jawaban itu, saya tersenyum lagi. Lalu saya berkata,
"Mbak, kalau kamu gabung biogreen sekarang juga masuk platinum, maka, 
Pertama, aku janji akan bantu presentasi dan prospek. Kalau aku berhalangan, akan ada leader lain yang siap bantu.
Kedua, kalau mbak nyemplungin uang di sini minimal 17.160.000, aku jamin akan balik modal paling lama 6 bulan. 
Bila 6 bulan belum balik modal juga, aku garansi uang mbak aku balikin, tapi akunnya aku ambil.
Syarat dan ketentuan berlaku ya."

Dia ternganga mendengar jawabanku. Baru kali ini dia ketemu network marketing yang leadernya sepede aku.

Mengapa saya berani menggaransi uang kembali selama 6 bulan?
Biogreenscience memiliki market plan yang luar biasa, selain produk dan perusahaan yang tidak perlu diragukan lagi.
Dengan sistem yg bagus tersebut, sangat memungkinkan seseorang mendapatkan hasil bonus yang banyak dan tak terbatas.
Yang kita lakukan hanyalah datang pertemuan, undang orang, presentasi, presentasi, dan presentasi. Itu saja berulang-ulang.
Dengan pendampingan dari leader, sistem yang luar biasa, dan kerja keras, 
jangankan 6 bulan, 1 bulan pun pasti balik modal.
Seumur hidup saya ketemu MLM dan Network marketing,
hanya Biogreenscience yang bisa begini.

Salam anget.
Share:

Tuesday, September 19, 2017

"Inilah Anggota PKI di Zaman Sekarang?"

Saya bingung ketika beberapa orang paranoid terhadap komunis, terutama Partai Komunis Indonesia
atau disingkat PKI.
Ideologi ini pernah jadi momok dunia dan menjadi "musuh" besar Amerika Serikat.
Tapi di tahun 2017, ideologi ini sudah usang. Beberapa negara yang pernah menganut paham ini satu persatu berguguran, meskipun masih ada yang bertahan satu dua yang kecil kemungkinan sanggup menularkan pahamnya seperti Sovyet di masa lalu.
Bila kita berada di posisi netral, maka tidak bisa menghakimi ideologi tersebut sebagai baik atau buruk. Ini hanya soal selera dan pilihan. Ketika Anda memilih paham syariah, kapitalis, atau pancasila sekalipun, di sisi lain ada orang yang memilih paham komunis.

Komunis itu soal hidup sama rata dan sama rasa, yang hal tersebut juga dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di biara, pesantren, asrama, atau perseketuan.
Dalam biara, apa pun pekerjaannya, semua disetorkan ke kepala biara, lalu dinikmati bersama. Begitu pula orang-orang yang hidup di asrama, Anda makan ayam saat makan malam, maka menu yang sama juga disediakan untuk teman Anda.
Hidup bernegara sistim komunis demikian juga. Semua rakyat bekerja sesuai dengan tugasnya dengan bayaran sama dan dinikmati bersama.
Lalu ada meme muncul soal perbandingan antara gaya hidup masyarakat Korea Selatan dan Korea Utara. Anak muda Korut gaya dan penampilannya tidak segaul anak muda Korsel. Kemudian kita menghakimi bahwa sangat tidak menyenangkan hidup di Korut.
Ini setali tiga uang seperti saat perempuan barat melihat kasihan wanita timur tengah yang kemana-mana harus memakai cadar dan harus didampingi mahramnya. Hal yang sama, sebaliknya, wanita timur tengah mungkin memandang kasihan perempuan barat yang hidup penuh dosa karena mengumbar auratnya.
Ini hanya soal cara pandang dan selera, tidak lebih.

Parahnya kebanyakan orang gagal paham saat menyamakan komunis dengan atheis. Atheis ini ranah privat, soal ketidakpercayaan terhadap Tuhan. Hak setiap orang untuk beriman pada Tuhan atau tidak. Sampai saat ini pun masih banyak orang-orang atheis. Bahkan beberapa agama mayor pun tidak menganut konsep ketuhanan, contohnya agama Buddha. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan komunis. Komunis dan atheis adalah dua hal yang berbeda. Mungkin banyak orang yang tidak tahu bahwa tokoh-tokoh pendiri PKI di masa lalu sebagian adalah ulama Islam (dulu sampai ada perpecahan di tubuh SI sehingga ada SI Merah dan SI Putih). Komunis adalah soal ideologi, tidak ada hubungannya dengan kepercayaan pada Tuhan.

Lalu sekarang, ada orang-orang yang berteriak-teriak menyerukan ketakutan akan PKI, awas bahaya laten PKI, hati-hati ada PKI. Saya mau bertanya pada mereka, betulan ya masih ada PKI? PKI sampai saat ini masih organisasi terlarang sebelum TAP MPRS tahun 66 dicabut. Jadi kalau mereka yakin melihat, merasa, atau tahu ada PKI, kenapa tidak lapor polisi?

Kemudian ada jawaban dan alasan macam :
"Ah, pemerintahnya pun rezim komunis."
"Percuma, polisi terlibat juga."
"Ini konspirasi Yahudi dan Amerika.."
"Bla...bla....bla..."
Ya...ya...ya...selalu ada alasan untuk membenarkan tindakan dan sikap anarkis mereka.

Ketakutan akan PKI itu paranoid. Karena sampai sekarang pun tidak ada orang yang bisa membuktikan bahwa PKI masih ada di Indonesia. Kalau Anda yakin PKI ada, siapa ketuanya?
Dimana markasnya? Siapa anggotanya?
Tahu?
Laporkan kalau tahu!
Tidak perlu juga berteriak-teriak meng-PKI-kan orang lain sambil bakar bendera PKI yang, ternyata, bikin sendiri, nyablon sendiri, bakar sendiri, pusing sendiri.

Di masa orang narsis di media sosial, sangat sulit menyembunyikan keberadaan PKI, kalau memang benar ada.
Tidak perlu takut akan PKI, Bung. PKI tidak mengancammu. Takutlah akan kebencianmu yang bisa melukai orang lain.

Salam anget

** Jadi ingat lagu Chaca Handika,
"Teriak-teriak sendiri, sablon-sablon sendiri, bakar-bakar sendiri,......pusing-pusing sendiri."

Share:

Thursday, September 7, 2017

Mungkinkah Anda Punya Pohon Uang?

Di dunia bisnis dikenal istilah Active Income dan Pasive Income.
Mengacu pada Cash Flow Quadrant dari Robert T. Kiyosaki,
(siapa dia, bisa Anda googling sendiri)
saya coba menjelaskan masing-masing kategori.

Active income adalah penghasilan yang didapat selama Anda mengerjakan sesuatu atau masih menjalankan usaha.
Yang termasuk active income adalah :
Karyawan.
Anda harus menukar waktu dan tenaga untuk mendapat penghasilan. Masuk kerja di waktu tertentu,
dengan job desk tertentu. Besarnya penghasilan tergantung seberapa perusahaan menilai Anda.
Nilainya kebanyakan menurut Anda tidak sesuai dengan effort yang sudah Anda keluarkan.
Bila Anda berhenti kerja, tentu saja pengasilan pun terhenti.

Wirausaha
Sebenarnya sama saja dengan karyawan dalam versi berbeda (wirausaha = self employee), di sini Anda yang menjadi bos dan bahkan mungkin Anda memiliki pegawai.
Penghasilan di dapat saat Anda menjalankan usaha Anda. Ketika usaha/toko Anda tutup, penghasilan pun terhenti.

Pasive Income adalah penghasilan yang tetap didapat meskipun Anda tidak mengerjakan sesuatu/usaha dan tidak bekerja.
Yang termasuk pasive income adalah :
Pengusaha
Orang yang memiliki sistem usaha adalah pengusaha. Beda wirausaha dan pengusaha sangat terlihat jelas bila pelakunya misal, pergi sekian waktu ke luar kota.
Seorang wirausaha tidak bisa meninggallkan usaha/tokonya. Bila dia pergi, tidak ada income.
Sedangkan pengusaha, mau jalan-jalan berbulan bulan pun tetap ada penghasilan karena sistem bisnisnya sudah berjalan.

Investor
Butuh uang lebih agar Anda bisa menjadi investor. Saat Anda menajdi investor, maka uang yang bekerja untuk Anda. Anda cukup duduk manis, penghasilan akan terus mengalir.


Maka urutan kategori penghasilan adalah sebagai berikut :
karyawan, wirausaha, pengusaha, terakhir adalah investor.

Anda masih karyawan dengan penghasilan tetap yang segitu-segitu saja?
Ingin berubah?
Maka ubahlah hidup Anda,
ambilah peluang,
besarkan nyali,
katakanlah Selamat Tinggal pada kantor Anda,
dan ucapkan Halo Pasive income.


Salam anget

Share:

Inilah yang Harus Anda Lakukan Agar Bisa Lebih Kaya dari Sekarang

Mereka yang tinggal di Jakarta dan pinggirannya, sebutan saya untuk kota satelit, sangat terbiasa
dengan macetnya ibu kota.
Berangkat kerja dini hari, saat matahari tenggelam baru sampai rumah.
Efektif 5 hari kerja dan kadang harus lembur.
Ironisnya sebagian waktu dihabiskan di tempat kerja dan ....di jalan raya.

Bagaimana dengan gaji?
Mayoritas berpenghasilan sederhana, bahkan dengan 10 tahun kerja pun belum tentu bisa mengganti biaya kuliahnya dulu,
meskipun memang ada sebagian kecil karyawan dengan posisi tinggi yang berpenghasilan besar.
Ada yang menerima kondisi ini karena memang mereka type orang yang "nrimo" dan sederhana.
Sebagian besar lainnya "terjebak" dengan keadaan.
Mau berubah pun susah.

Idealnya orang ingin punya usaha sendiri.
Modal dan pengalaman sering menjadi penghalang sekaligus alasan keberadaan mereka di zona nyamannya (yang sebenarnya tidak nyaman).

Selain modal dan pengalaman, yang paling penting dan berpengaruh adalah nyali berjudi.
Iya, orang yang membangun usahanya harus punya "mental penjudi".
Karena membangun usaha mempunyai peluang yang sama dengan berjudi.
Kalau tidak menang, ya kalah.
Kalau tidak untung, ya rugi.
Impas di sini saya masukan ke kategori kalah. Karena impas itu hanya menghitung modal, sedangkan waktu, tenaga dan pikiran kita tidak dihitung.
Impas dan efek buruknya bisa Anda lihat di SINI

Jadi bagaimana?
Anda mau tetap dengan kondisi sekarang yang monoton, aman, begitu begitu saja atau
Anda mau perubahan dalam hidup dan penghasilan dengan mencoba memulai bisnis sendiri?
Pilihannya di tangan Anda.

Salam anget


Share:

Wednesday, September 6, 2017

Inilah Caranya Orang Kaya Menjadi Kaya

Kalau disuruh memilih, saat ingin membeli ban dengan informasi sebagai berikut :
Harga teman dekat : 635.000,-
Harga keluarga : 600.000,-
Harga orang asing : 550.000,-

mana yang Anda pilih? Akan membeli ke siapa?

Akhirnya Anda memilih membeli ban dari orang asing dengan harga 550.000,-.
Padahal Anda tidak tahu bahwa teman dekat cuma ambil untung 35.000,-
Bahkan keluarga Anda tidak mendapat keuntungan sama sekali, malahan rugi karena harus bayar uang reparasi mobil.
Sedangkan orang asing mengambil keuntungan 300.000,-
Parahnya lagi ternyata setelah diketahui, ban yang dibelinya itu palsu.

Bukan karena barangnya palsu, melainkan Anda saja yang terlalu serakah.
Bukan karena kenalan dekat Anda mau ambil keuntungan, tapi ia bisa memberi jaminan kepercayaan buat Anda.

Ketika berjualan ke teman dekat dan keluarga, berapa pun yang Anda jual ke mereka, mereka akan selalu berpikir Anda sedang mencari untung dari uang mereka.
Dan semurah apa pun Anda jual ke mereka, mereka tetap tidak akan menghargainya.

Selalu saja ada orang-orang yang tidak peduli dengan biaya, waktu dan tenaga Anda.
Mereka lebih baik memilih ditipu oleh orang lain daripada membiarkan Anda mendapatkan keuntungan dari mereka.
Karena di dalam hati mereka, mereka selalu berpikir berapa untung yang Anda dapat darinya,
dan bukannya berpikir berapa yang telah Anda bantu hematkan atau hasilkan untuk dia.
Ini adalah contoh klasik mental orang miskin.


Bagaimana caranya orang kaya menjadi kaya?
Alasan utamanya adalah karena mereka bersedia mendukung kelompok bisnis mereka,
menjaga kepentingan satu sama lain,
maka secara alami mereka mendapatkan lebih banyak lagi.
Teman-teman Anda akan secara bergantian mendukung Anda.
Lalu lingkaran kekayaan ini akan terus bertumbuh dan semakin bertumbuh.
Ini menjelaskan mengapa ada bidang ekonomi tertentu yang dikuasai dan dijalankan dengan sukses oleh kelompok suku, agama, ras, golongan tertentu.
Mereka saling mendukung dan loyal dengan kelompoknya.

Anda akan mulai menjadi kaya ketika Anda mampu memahaminya.





Share:

Definition List

Unordered List

Support