Tarot versi Gilded
maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.
Rider-Waite Tarot
The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards
A Night Watch
Rembrandt van Rijn
Seni Meracik minuman keras
Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail
Di Lorong Ku Menatap
Yang ini jelas foto profil saya to
Wednesday, September 6, 2017
Jack Ma: "Tak Ingin Miskin Di Usia ke-40? Pastikan '15 Kalimat' Ini Sudah Anda Kerjakan"
Umur 20 tahun tak punya uang, sangat normal. Umur 30 tahun tak punya uang, mungkin kondisi keluarga kurang baik, harus lebih giat lagi. Umur 40 tahun tak punya uang, hanya diri sendiri yang bisa menemukan penyebabnya.
Tak peduli pria ataupun wanita, jika ingin sukses, beberapa hal di bawah ini harus kamu lakukan:
1. Hidup ini realistis, tak seperti drama-drama di TV. Cinta tak bisa memberi mu makan, suami-istri yang miskin akan menghadapi banyak masalah.
2. Pasang target pada hidup mu sendiri, 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun. Mungkin kamu lahir tidak berbeda dengan orang lain, namun melewati kerja keras, dapat mengubah 70% dari takdir mu.
3. Teman yang mentraktir mu, jangan anggap itu sebagai hal yang biasa saja. Kamu harus membalasnya, atau kamu akan semakin direndahkan.
4. Jangan percaya ramalan zodiak, itu hanya untuk anak kecil, takdirmu ada di tangan mu. Orang yang hanya duduk dan menanti mobil, rumah, bukankah seperti orang yang sedang bermimpi saat tidur?
5. Kurangi bergaul dengan orang yak tak kamu suka, namun jangan membicarakannya di belakang. Ingatlah, masalah bisa muncul dari lidahmu.
6. Manusia pasti memiliki sifat malas, ini adalah bawaan lahir. Tapi kita bisa merubah sifat malas tersebut, karena banyak orang di luar sana yang sedang merubahnya.
7. Ketahui apa yang harus dilakukan, bertanyalah pada diri sendiri apa rencana mu ke depan, lalu realisasikanlah. Jangan lagi membuang waktu untuk mengerjakan hal-hal yang tak ber-arah.
8. Seorang wanita, jangan pernah menganggap karir tidak penting, jangan pernah menganggap diri sendiri hanya perl cuci baju, masak, jaga anak. Ini adalah kesalahan besar!
9. Saat waktu senggang, kurangi waktu bermain game atau online sambil melakukan hal-hal yang kurang berarti. Perbanyak membaca buku, pelajari cara berbisnis, management, trend internasional, dan pengetahuan hukum. Semua ini dapat menjamin saat makan bersama siapapun, kamu memiliki kualitas pembicaraan yang baik.
10. Lebih baik salah 1000 kali untuk mendapatkan informasi dari segala sisi. Jangan pernah melepaskan satupun kesempatan yang memungkinkan kamu menjadi sukses.
11. Mau melakukan suatu hal, sebelum sukses, tak perlu beritahukan ke orang lain. Sesudah sukes, tak perlu diberitahu, orang lain akan tahu dengan sendirinya.
12. Jangan kira karena kamu seorang pria, maka tak perlu perawatan diri. Setidaknya, jangan terlalu sembarangan dalam hal makanan. Perbanyak makan tomat, seafood, dan pisang, ini adalah makanan yang baik untuk kesehatan pria. Kalau kamu tak tahu di mana nilainya, biar saya kasih tahu. Setidaknya kamu bisa menghemat biaya ke dokter, dan gunakan uang tersebut untuk membeli kosmetik pasangan mu.
13. Orang yang berusaha untuk maju, jangan terlalu berharap pada orang lain. Banyak orang yang egois dan hanya mementingkan diri, diri sendiri adalah yang paling bisa diharapkan.
14. Dalam menghadapi kegagalan, jangan perhitungan. Meskipun betapa sulitnya kondisi kamu, namun tetap harus bertanggung jawab, saat tahu penyebabnya, ubahlah kebiasaan buruk mu.
15. Semua orang pasti punya kesempatan untuk sukses! Hanya tak banyak orang yang memberi kesempatan itu untuk dirinya sendiri.
sumber: fighter
Sunday, September 3, 2017
Apa Yang Anda Lakukan Bila Punya Uang Lebih?
Anda punya uang lebih.
Ada beberapa pilihan yang mungkin Anda lakukan.
Menghabiskannya,
hmm....terdengar menyenangkan ya, tapi saya rasa itu bukan pilihan bijak.
Ditabung,
sebagian besar orang melakukannya, aman dengan resiko kecil dan tentu saja tingkat keuntungan pun kecil. Low risk low profit.
Diinvestasikan, resikonya besar, tapi kemungkinan untung besar sangat tinggi.
Dibuat modal usaha, ya ini pilihan yang lain.
Bila Anda menggunakan uang untuk diputar, ada 3 kemungkinan,
(jangan tanya kenapa muncul angka 3):
untung, impas, rugi.
Untung dan rugi sudah jelas efeknya. Yang menjadi tanda tanya adalah bila impas.
Kondisi impas seorang petinju adalah saat dia bertahan, bila dia terus bertahan ketika dipukuli tanpa membalas, pada akhirnya dia akan jatuh, kalah, rugi.
Kondisi impas seorang pembalab adalah saat dia menempel ketat si nomor 1,
bila dia tidak berhasil menyalip, maka impasnya sama dengan kalah.
Bagi saya, impas itu berarti rugi. Karena tidak ada yang "membayar" tenaga, waktu dan pikiran saya.
Maka tidak boleh ada kata impas, apalagi rugi.
Saya harus untung dan menang
Tidak ada istilah kalah.
Saat Anda membiarkan diri Anda untuk impas dan bertahan, semakin lama semakin dipastikan akan kalah.
Semakin lama bertahan, lama kelamaan akan menjadi nyaman dan terbiasa.
Semakin lama berhasil, semakin sulit untuk dipercaya orang lain dan sukses.
Lakukan semuanya karena mimpi dan target, bukan karena kewajiban.
Apa mimpi Anda?
Apa harapan Anda untuk orang yang Anda cintai?
Saya yakin ini akan mendorong Anda untuk membuat kemajuan atas pencapaian hidup.
Semua hal baik diawali dari keyakinan. Yakin pasti bisa, yakin pasti mampu, yakin pasti sukses.
Jadi, mau Anda apakan uang lebih Anda?
Salam anget.
**Ini hanya berlaku bagi yang punya uang lebih. Bila tidak punya uang lebih, bangun mimpi dan harapan, lakukan aksi agar uang Anda menjadi lebih.
**Di semua kitab agama apa pun ada seruan agar Anda menjadi bernilai, menjadi berkat, menjadi rizqi, dan berguna untuk orang lain. Agar itu tercapai, maka Anda harus bernilai dulu dan menggapai mimpi Anda supaya bisa membagikan pada orang lain.
Ada beberapa pilihan yang mungkin Anda lakukan.
Menghabiskannya,
hmm....terdengar menyenangkan ya, tapi saya rasa itu bukan pilihan bijak.
Ditabung,
sebagian besar orang melakukannya, aman dengan resiko kecil dan tentu saja tingkat keuntungan pun kecil. Low risk low profit.
Diinvestasikan, resikonya besar, tapi kemungkinan untung besar sangat tinggi.
Dibuat modal usaha, ya ini pilihan yang lain.
Bila Anda menggunakan uang untuk diputar, ada 3 kemungkinan,
(jangan tanya kenapa muncul angka 3):
untung, impas, rugi.
Untung dan rugi sudah jelas efeknya. Yang menjadi tanda tanya adalah bila impas.
Kondisi impas seorang petinju adalah saat dia bertahan, bila dia terus bertahan ketika dipukuli tanpa membalas, pada akhirnya dia akan jatuh, kalah, rugi.
Kondisi impas seorang pembalab adalah saat dia menempel ketat si nomor 1,
bila dia tidak berhasil menyalip, maka impasnya sama dengan kalah.
Bagi saya, impas itu berarti rugi. Karena tidak ada yang "membayar" tenaga, waktu dan pikiran saya.
Maka tidak boleh ada kata impas, apalagi rugi.
Saya harus untung dan menang
Tidak ada istilah kalah.
Saat Anda membiarkan diri Anda untuk impas dan bertahan, semakin lama semakin dipastikan akan kalah.
Semakin lama bertahan, lama kelamaan akan menjadi nyaman dan terbiasa.
Semakin lama berhasil, semakin sulit untuk dipercaya orang lain dan sukses.
Lakukan semuanya karena mimpi dan target, bukan karena kewajiban.
Apa mimpi Anda?
Apa harapan Anda untuk orang yang Anda cintai?
Saya yakin ini akan mendorong Anda untuk membuat kemajuan atas pencapaian hidup.
Semua hal baik diawali dari keyakinan. Yakin pasti bisa, yakin pasti mampu, yakin pasti sukses.
Jadi, mau Anda apakan uang lebih Anda?
Salam anget.
**Ini hanya berlaku bagi yang punya uang lebih. Bila tidak punya uang lebih, bangun mimpi dan harapan, lakukan aksi agar uang Anda menjadi lebih.
**Di semua kitab agama apa pun ada seruan agar Anda menjadi bernilai, menjadi berkat, menjadi rizqi, dan berguna untuk orang lain. Agar itu tercapai, maka Anda harus bernilai dulu dan menggapai mimpi Anda supaya bisa membagikan pada orang lain.
Apakah Kaya itu Perlu?
Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.
Setujukah dengan kalimat tersebut?
Saya yakin sebagian besar pasti setuju dengan saya,
bahwa memberi lebih baik daripada menerima.
Lebih baik karena orang yang memberi itu membagikan sesuatu buat orang lain.
Anda pasti punya keinginan untuk berbagi.
Membahagiakan anak istri/suami,
membiayai saudara,
menyumbang untuk orang miskin,
menaikan haji orang tua,
membuat bangga ayah,
menyekolahkan anak sampai tinggi, dll.
Logikanya, kalau orang sudah bisa memberi,
artinya dia sendiri biasanya pasti mempunyai kelebihan.
Kalau ingin memberi, Anda harus berlebih.
Ingin memberikan senyuman pada orang lain,
Anda harus tersenyum dulu.
Ingin mencintai orang lain,
Anda harus mencintai diri sendiri dulu.
Ingin membahagiakan orang lain,
Anda harus merasa bahagia lebih dulu.
Ingin memberikan uang untuk orang lain,
Anda harus punya uang dulu.
Bagaimana mungkin Anda bisa memberi kalau Anda sendiri kekurangan?
Hidup berkekurangan itu tidak enak.
Trust me.
Anda harus kaya.
Iya, sekali lagi saya berkata, Anda harus kaya.
Apa pun alasan Anda untuk menyangkal kalimat saya di atas,
tetap saja, Anda harus kaya untuk bisa memberi.
Bagaimana caranya Anda menaikan haji orang tua kalau Anda tidak punya uang?
Mau menyekolahkan anak di sekolah favorit jadi masalah berat kalau Anda miskin.
Tidak akan bisa mencintai orang lain dengan tulus kalau Anda membenci diri sendiri dan miskin cinta.
Ingin hidup berarti untuk orang lain?
Ingin bisa menolong orang lain?
Ingin membahagiakan orang yang Anda cintai?
Maka Anda harus punya uang,
Anda harus kaya.!!
Salam anget.
--------
Setujukah dengan kalimat tersebut?
Saya yakin sebagian besar pasti setuju dengan saya,
bahwa memberi lebih baik daripada menerima.
Lebih baik karena orang yang memberi itu membagikan sesuatu buat orang lain.
Anda pasti punya keinginan untuk berbagi.
Membahagiakan anak istri/suami,
membiayai saudara,
menyumbang untuk orang miskin,
menaikan haji orang tua,
membuat bangga ayah,
menyekolahkan anak sampai tinggi, dll.
Logikanya, kalau orang sudah bisa memberi,
artinya dia sendiri biasanya pasti mempunyai kelebihan.
Kalau ingin memberi, Anda harus berlebih.
Ingin memberikan senyuman pada orang lain,
Anda harus tersenyum dulu.
Ingin mencintai orang lain,
Anda harus mencintai diri sendiri dulu.
Ingin membahagiakan orang lain,
Anda harus merasa bahagia lebih dulu.
Ingin memberikan uang untuk orang lain,
Anda harus punya uang dulu.
Bagaimana mungkin Anda bisa memberi kalau Anda sendiri kekurangan?
Hidup berkekurangan itu tidak enak.
Trust me.
Anda harus kaya.
Iya, sekali lagi saya berkata, Anda harus kaya.
Apa pun alasan Anda untuk menyangkal kalimat saya di atas,
tetap saja, Anda harus kaya untuk bisa memberi.
Bagaimana caranya Anda menaikan haji orang tua kalau Anda tidak punya uang?
Mau menyekolahkan anak di sekolah favorit jadi masalah berat kalau Anda miskin.
Tidak akan bisa mencintai orang lain dengan tulus kalau Anda membenci diri sendiri dan miskin cinta.
Ingin hidup berarti untuk orang lain?
Ingin bisa menolong orang lain?
Ingin membahagiakan orang yang Anda cintai?
Maka Anda harus punya uang,
Anda harus kaya.!!
Salam anget.
--------
Inilah Cara Mengubah Hidup
Ada banyak alasan orang menolak melakukan hal baru yang positif.
Ah, saya tidak cocok melakukannya.
Ini bukan bidang saya.
Saya tidak ada waktu.
Bla bla bla...
Beberapa alasan mungkin benar.
Sisanya adalah dalih karena tidak mau untuk keluar dari zona amannya.
Iya. Ini soal pilihan. Hak untuk memilih.
Tapi ketika pilihannya "tidak",
harusnya tidak ada lagi keluhan :
Saya bosan dengan pekerjaan saya,
gaji saya tidak cukup dan saya butuh uang lebih,
hidup saya kok begini terus ya......
Tidak ada konsistensi dalam pilihan, akan selalu berujung pada keluhan dan ketidakpuasan.
Perubahan pada hidup bukan karena surga menjatuhkan hadiah untuk Anda.
Perubahan terjadi hanya bila Anda berubah,
dan tentu saja melakukan hal baru yang tidak biasa Anda lakukan.
Salam anget.
Ah, saya tidak cocok melakukannya.
Ini bukan bidang saya.
Saya tidak ada waktu.
Bla bla bla...
Beberapa alasan mungkin benar.
Sisanya adalah dalih karena tidak mau untuk keluar dari zona amannya.
Iya. Ini soal pilihan. Hak untuk memilih.
Tapi ketika pilihannya "tidak",
harusnya tidak ada lagi keluhan :
Saya bosan dengan pekerjaan saya,
gaji saya tidak cukup dan saya butuh uang lebih,
hidup saya kok begini terus ya......
Tidak ada konsistensi dalam pilihan, akan selalu berujung pada keluhan dan ketidakpuasan.
Perubahan pada hidup bukan karena surga menjatuhkan hadiah untuk Anda.
Perubahan terjadi hanya bila Anda berubah,
dan tentu saja melakukan hal baru yang tidak biasa Anda lakukan.
Salam anget.
Sunday, August 20, 2017
Inilah Cara Cepat dan Halal Bayar Utang
Beberapa waktu lalu, selama 4 hari saya mengalami krisis keuangan.
Di dompet tidak ada uang sepeser pun.
Di beberapa rekening bank tersisa saldo tidak lebih dari 50.000 yang tidak mungkin bisa saya tarik.
Sedih sekali kondisinya.
Tapi yang paling membuat sedih,
keadaan ini terjadi karena piutang saya dimana-mana.
Ada yang berbentuk uang atau pun barang.
Di dompet tidak ada uang sepeser pun.
Di beberapa rekening bank tersisa saldo tidak lebih dari 50.000 yang tidak mungkin bisa saya tarik.
Sedih sekali kondisinya.
Tapi yang paling membuat sedih,
keadaan ini terjadi karena piutang saya dimana-mana.
Ada yang berbentuk uang atau pun barang.
Selama 4 hari itu saya sibuk menagih piutang.
Tentu saja yang belum jatuh tempo, tidak saya tagih.
Saya menagihi orang-orang yang berhutang pada saya,
dari cara halus memohon-mohon,
sampai dengan cara keras dan kasar.
Hasilnya,
beberapa dari mereka ada yang mengunfriend saya di media sosial,
memblokir telpon saya,
menghindari saya,
bahkan ada yang balik memarahi saya.
Tapi tak satu pun yang membayar hutang.
Aneh rasanya, dulu saat mereka datang meminjam uang, begitu mengiba.
Saat ditagih malah mereka lebih galak.
Rasanya ingin menembak kepalanya.
Dalam kondisi terjepit ini, saya terpikirkan untuk meminjam uang ke kawan,
demi saya bisa makan,
demi bisa membelikan beras dan lauk untuk mama.
Sedih...
Lalu tiba-tiba, bayangan teman terlintas,
saat kami berjumpa di Semarang waktu lalu.
Ia membagikan pengalaman hidupnya soal hutang piutang.
Bahwa saat terjepit, dia tidak akan meminjam uang pada teman dekat.
Karena persahabatan begitu murah bila hanya dinilai dengan uang.
Lalu bagaimana bila kamu butuh sekali uang di saat mendesak, tanya saya.
Minta pertolongan pada DIA, begitu jawabnya. Manusia punya batas kemampuan, tapi DIA tak punya batas dalam menolong.
Pagi itu.......,
dalam kondisi terjepit,
saya meminta pertolongan pada DIA.
Apa pun yang terjadi, terjadilah.
Dan siangnya, tepat jam makan siang,
seorang kawan yang tidak terpikirkan sama sekali, membayar hutangnya, padahal belum jatuh tempo.
Selalu ada jalan keluar pada setiap masalah,
selama Anda mengandalkan DIA,
karena DIA, kekuatannya tak mengenal batas.
Salam anget.
**terima kasih kepada Vicky Martinus Widjojo atas inspirasinya.
Tentu saja yang belum jatuh tempo, tidak saya tagih.
Saya menagihi orang-orang yang berhutang pada saya,
dari cara halus memohon-mohon,
sampai dengan cara keras dan kasar.
Hasilnya,
beberapa dari mereka ada yang mengunfriend saya di media sosial,
memblokir telpon saya,
menghindari saya,
bahkan ada yang balik memarahi saya.
Tapi tak satu pun yang membayar hutang.
Aneh rasanya, dulu saat mereka datang meminjam uang, begitu mengiba.
Saat ditagih malah mereka lebih galak.
Rasanya ingin menembak kepalanya.
Dalam kondisi terjepit ini, saya terpikirkan untuk meminjam uang ke kawan,
demi saya bisa makan,
demi bisa membelikan beras dan lauk untuk mama.
Sedih...
Lalu tiba-tiba, bayangan teman terlintas,
saat kami berjumpa di Semarang waktu lalu.
Ia membagikan pengalaman hidupnya soal hutang piutang.
Bahwa saat terjepit, dia tidak akan meminjam uang pada teman dekat.
Karena persahabatan begitu murah bila hanya dinilai dengan uang.
Lalu bagaimana bila kamu butuh sekali uang di saat mendesak, tanya saya.
Minta pertolongan pada DIA, begitu jawabnya. Manusia punya batas kemampuan, tapi DIA tak punya batas dalam menolong.
Pagi itu.......,
dalam kondisi terjepit,
saya meminta pertolongan pada DIA.
Apa pun yang terjadi, terjadilah.
Dan siangnya, tepat jam makan siang,
seorang kawan yang tidak terpikirkan sama sekali, membayar hutangnya, padahal belum jatuh tempo.
Selalu ada jalan keluar pada setiap masalah,
selama Anda mengandalkan DIA,
karena DIA, kekuatannya tak mengenal batas.
Salam anget.
**terima kasih kepada Vicky Martinus Widjojo atas inspirasinya.
Thursday, August 17, 2017
Tips Berkenalan di Media Sosial
Kenal cewek di medsos?
Pengen tau gimana aslinya tuh cewek?
Buat nilai fotonya di medsos, lalu bagi 3.
99% cewek mengupgrade 3x fotonya utk dipajang di medsos.
FOTO DI MEDSOS = 3 x wajah asli
**Jangan tanya kenapa muncul angka 3
😂😂
=====
Kenal cowok di medsos?
Pengen tau gimana aslinya tuh cowok?
Buat nilai fotonya di medsos, lalu kali 3.
80% cowok tidak peduli dengan angle fotonya utk dipajang di medsos.
WAJAH ASLI = 3 x FOTO MEDSOS
**straight men only
🙂🙂🙂
Rahasia Di Balik Bos First Travel
Ramai berita di media,
ada orang-orang "pernah/masih kaya" tersandung kasus.
Ternyata harga kekayaan yang mereka rasakan kemarin harus ditebus mahal karena harus berurusan dengan hukum.
Kesenangan mereka di masa lalu secara tidak sah,
ditebus di masa sekarang.
Saya cuma menonton, membaca berita,
sambil ngopi dan duduk nyaman,
nyaman ala saya.
Saya mungkin tidak sekaya dan setenar mereka.
Yang penting saya tidak perlu ikut merasakan "penderitaan" mereka sekarang.
Ada hal-hal yang Anda pandang indah dari orang lain.
Membuat iri dan mungkin penyesalan karena tidak bisa mencapainya.
Tapi Anda tidak pernah tahu, ada masalah/penderitaan apa dibalik keindahan itu.
Percayalah, apa pun yang Anda pikir wow,
tidak se-wow yang terlihat.
Orang hanya menunjukan apa yang ia ingin orang lain berpikir tentang dirinya.
Salam anget.
==
**Ingin tahu bagaimana keadaan asli orang tersebut?
Buat nilai tampilannya, lalu bagi 3.
APPAREANCE = 3 x REAL
**jangan nanya kenapa muncul angka 3
😂😂😂









